Dalam Rancangan Anggaran Belanja Negara (RAPBN) 2015, anggaran kepolisian dipangkas sebesar Rp 1,3 triliun. Sehingga anggaran Polri hanya mencapai sekitar Rp 44 triliun dari sebelumnya sebesar Rp 45 triliun."Jadi pengurangan akan disebar dalam beberapa komponen ada pembelian sarana yang ditunda, ada operasi di wilayah tidak jadi banyak ikon-ikonnya hingga pengurangan Rp 1,34 triliun tercapai," kata Komisioner Kompolnas Adrianus Meliala di sela rapat dengan Asrena Polri, Jakarta, Jumat (15/8).Menurut Adrianus anggaran ini akan menyebabkan makin banyak anggota polisi yang mencari tambahan. Apalagi kebanyakan anggaran penyidikan di tahun sebelumnya sudah habis di pertengahan tahun."Rp 44 triliun ada belanja pegawai, prasarana dan modal komposisinya saja 65 persen anggaran untuk pegawai jadi tidak efisien walaupun pertimbangan rasio polisi banding berapa membuat penambahan enggak bisa dihentikan," sambung dia.Jika ingin menuntut kerja Polri harusnya memberi anggaran yang lebih besar. "Anggaran angka 65 triliun baru lega, itu maunya kami, dengan itu bisa menuntut kinerja Polri ini anggaran penyidikan habis Juni sehingga mereka pat gulipat minta dari korban dan tersangka," tutupnya.
Anggaran dipangkas Rp 1,3 triliun, Polri tak bisa maksimal
"Anggaran angka 65 triliun baru lega, itu maunya kami, dengan itu bisa menuntut kinerja Polri," kata Adrianus Meliala.
Advertisement
Rekomendasi
