Eks Dirut Freeport diperiksa KPK terkait kasus DED Memberamo

Armando dianggap mengetahui, mendengar, melihat, dan mengalami tahapan kasus itu.

Aryo Putranto Saptohutomo
Eks Dirut Freeport diperiksa KPK terkait kasus DED Memberamo
Gedung KPK. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melengkapi berkas perkara kasus dugaan korupsi proyek Detailed Engineering Design (DED) PLTA Sungai Memberamo dan Urumuka, Papua. Hari ini, penyidik lembaga penegak hukum itu memeriksa mantan Direktur Utama PT Freeport Indonesia, Armando Mahler."Diperiksa untuk tersangka BS dan JJK," tulis Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha, melalui pesan singkat, Jumat (26/9).Priharsa tidak menjelaskan rinci apa kaitan Armando dalam kasus itu. Tetapi, Armando dianggap mengetahui, mendengar, melihat, dan mengalami tahapan kasus itu.Dari hasil gelar perkara KPK menetapkan Gubernur Papua 2006-2011, Barnabas Suebu, sebagai tersangka kasus korupsi proyek Detail Engineering Design Pembangkit Listrik Tenaga Air di Sungai Mamberamo dan Sungai Urumuka pada 2009 dan 2010. Penyidik menemukan dua alat bukti permulaan cukup ada tindak pidana berkaitan dengan kegiatan itu.Barnabas diketahui adalah kader Partai NasDem. Ada dugaan kuat Barnabas terlibat dalam penggelembungan harga jasa konsultasi pembuatan DED PLTA di Sungai Mamberamo melalui PT Konsultasi Pembangunan Irian Jaya. Barnabas dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.Tak sampai di situ, KPK juga menetapkan Janes Johan Karubaba selaku Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Papua pada 2008-2011 sebagai tersangka. Sementara dari pihak swasta, lembaga penegak hukum itu menetapkan Direktur Utama PT Konsultasi Pembangunan Irian Jaya, Lamusi Didi, sebagai tersangka dalam perkara sama. Pasal disangkakan kepada keduanya pun sama dengan Barnabas.Menurut KPK, kerugian negara dalam kasius itu ditaksir mencapai Rp 36 miliar, dari harga proyek sebesar Rp 56 miliar.

Rekomendasi