Bertopeng SBY hidung panjang, aktivis sebut SBY rampas demokrasi

Mereka menuding SBY berbohong kepada publik dengan pura-pura mendukung pilkada langsung.

Eko Prasetya
Oleh Eko Prasetya - Reporter
Bertopeng SBY hidung panjang, aktivis sebut SBY rampas demokrasi
Demonstran bertopeng SBY di depan Istana. ©2014 Merdeka.com

Sejumlah aktivis menggelar aksi di depan Istana Merdeka karena pengesahan UU Pilkada yang berisi kepala daerah dipilih DPRD. Mereka menuding Presiden sekaligus Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Sekjen Demokrat Edhie Baskoro (Ibas) menjadi biang keroknya.Pantauan PulseFeed, Senin (29/9) dalam aksi itu mereka mengenakan topeng SBY berhidung panjang seperti pinokio. Mereka menuding SBY berbohong kepada publik dengan pura-pura mendukung pilkada langsung.Selain itu, mereka juga membawa karangan bunga sebagai matinya demokrasi. Bunga tersebut dipajang di depan Istana Merdeka. "SBY telah membunuh demokrasi," teriak mereka.Dalam aksi itu mereka juga berdoa agar demokrasi Indonesia bisa kembali. Menurut mereka, jika kepala daerah dipilih DPRD menunjukkan kemunduran Bangsa Indonesia.Pada sidang paripurna DPR Jumat pekan lalu, Fraksi Partai Demokrat memilih meninggalkan (walk out) ruang sidang paripurna DPR pengesahan RUU Pilkada. Sikap ini diambil karena fraksi partai penguasa itu merasa opsinya soal pilkada langsung dengan 10 syarat tidak diakomodir dalam hasil lobi antar-pimpinan fraksi."Dengan tidak diakomodirnya opsi kami pilkada langsung dengan 10 syarat mutlak, maka perkenankan kami bersikap netral dan perkenankan kami untuk meninggalkan ruang rapat," ujar Juru Bicara Fraksi Partai Demokrat DPR, Benny K Harman, di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (26/9) pukul 00.25 Wib.Setelah memutuskan walk out, satu per satu para anggota Fraksi Partai Demokrat meninggalkan kursinya. Dengan demikian, 148 anggota partai besutan SBY itu, minus 6 orang yang tetap di dalam, tidak mengikuti voting dengan dua opsi: pilkada langsung atau melalui DPRD. Alhasil, voting dimenangkan oleh pilkada lewat DPRD dengan 226 suara, mengalahkan pilkada langsung dengan 135 suara.

Rekomendasi