Kita sering mendengar jika ingin membeli kendaraan khususnya kendaraan bekas, salah satunya harus melihat angka kilometer. Jika kilometer di kendaraan tersebut angkanya besar biasanya akan mengalami banyak masalah, baik dari segi performa maupun mesin.Sering kali orang yang mau membeli mobil bekas akan mempermasalahkan angka kilometer atau jarak pemakaian kendaraan. Dengan seringnya hal ini terjadi, maka semakin banyak orang melakukan tindakan yang kurang menyenangkan untuk mengakali calon pembeli dengan menurunkan angka kilometer agar terlihat jarak pemakaiannya sedikit.Pada dasarnya, tinggi rendahnya jarak pemakaian kendaraan tidak berpengaruh banyak selama pemilik kendaraan bisa merawat kendaraan dengan baik dan benar. Semisal, melakukan perawatan berkala, penggunaan bahan bakar yang sudah sesuai standar pabrik biasanya ada petunjuk rekomendasi di buku manual.Salah seorang pemilik mobil Toyota Yaris, Adi (36) menceritakan pengalamannya, walau mobilnya sering dipakai melakukan perjalanan jauh, performa Toyota Yaris keluaran tahun 2007 miliknya masih terjaga. Padahal sudah terpakai hingga 100.000 km lebih."Mobil ini minim sekali dengan masalah dan tetap irit BBM selama rajin melakukan perawatan," ujarnya.Mobil yang selalu menggunakan bahan bakar pertamax ini ternyata memiliki performa mesin yang tangguh. Selama sering merawat mobil dengan benar, maka dapat dipastikan bahwa mobil kesayangan kita akan jauh dari masalah, dan hal ini tentunya berlaku untuk setiap jenis kendaraan.Umumnya masalah yang sering timbul adalah ausnya bagian join, ban, sistem rem dan juga beberapa sistem hidrolik bagian bagasi. Dan jangan lupa juga bahan bakar kendaraan harus diperhatikan, Pertamax menjadi andalan bagi mobil-mobil yang sudah mengusung EURO 2.
Menjaga performa mesin kendaraan dengan Pertamax
Sering kali orang menjual mobil bekas akan mempermasalahkan angka kilometer.
Advertisement
Rekomendasi
