Pemprov Jatim gelontorkan Rp 100 M perangi kemiskinan

Pakde Karwo juga mengimbau para bupati dan wali kota, agar lebih memperhatikan UMKM di daerahnya masing-masing.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Pemprov Jatim gelontorkan Rp 100 M perangi kemiskinan
Ilustrasi kemiskinan. ©2013 Merdeka.com/Arie Basuki

Di tahun 2015 mendatang, Pemprov Jawa Timur siapkan anggaran Rp 100 miliar untuk menanggulangi kemiskinan. Ada tiga kegiatan yang akan dilakukan untuk mengentaskan masalah kemiskinan di provinsi timur Pulau Jawa ini.

Tiga kegiatan itu dikemas dalam program Jalan Lain Menuju Mandiri dan Sejahtera (Jalin Matra) yang diluncurkan oleh Gubernur Jawa Timur, Soekarwo di Gedung Grahadi Surabaya, Selasa (16/12).

Menurut Soekarwo, dengan diluncurkannya program Jalin Matra ini, menjadi tanda dimulainya gerakan percepatan dan perluasan penanggulangan kemiskinan periode 2015/2019.

"Jalin Matra memiliki tiga kegiatan unggulan, yaitu program bantuan RTSM (Rumah Tangga Sangat Miskin), PFK (Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan) dengan sasaran kepala rumah tangga perempuan dan program Penanggulangan Kerentanan Kemiskinan (PK2)," terang gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo itu usai acara launching program Jalin Matra di Gedung Grahadi, Selasa (16/12).

Anggaran yang disiapkan Pemprov Jawa Timur untuk tiga kegiatan program Jalin Matra, lanjut Pakde Karwo, mencapai Rp 100 miliar di Tahun 2015. "Target dari anggaran itu adalah 42.857 RTSM. Untuk tahun ini, sudah dilaksanakan proyek percontohan dengan sasaran 2.961 RTSM," katanya.

Selain itu, rencana di Tahun 2015 itu, anggaran yang disiapkan Pemprov Jawa Timur juga diberikan kepada 11.219 RTSM dengan kriteria rumah tangga sasaran yang belum pernah tersentuh program Jalin Kesra di Tahun 2014.

"Kemudian untuk PFK, yang terdaftar ada 152.343 orang. Namun ada 76.060 di antaranya yang tidak memenuhi kriteria. Sehingga, targetnya tinggal 76.283 orang dengan kriteria usia produktif di bawah 65 tahun dan memiliki anggota rumah tangga," papar mantan Sekdaprov Jawa Timur itu.

Pakde Karwo juga mengimbau para bupati dan wali kota, agar lebih memperhatikan UMKM di daerahnya masing-masing. Sebab, 95 persennya, menyerap tenaga kerja dan memberikan bantuan modal dengan bunga rendah kepada masyarakat miskin

Rekomendasi