Temui keluarga korban, Kabasarnas jelaskan penghentian operasi

Menurut Bambang, operasi pokok memang dihentikan tetapi tetap ada operasi harian.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Temui keluarga korban, Kabasarnas jelaskan penghentian operasi
keluarga korban airasia di juanda. ©2014 PulseFeed/darmadi sasongko

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo memenuhi janjinya bertemu keluarga korban AirAsia QZ8501 di Posko Crisis Center Polda Jawa Timur, Jalan A Yani, Surabaya. Ditemani Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, Kapolda Irjen Pol Anas Yusuf, Kabid Dokkes RS Bhayangkara, Kombes Pol Budiyono, Kepala SAR Surabaya, Hernanto serta beberapa tim yang lain, Bambang Soelistyo memaparkan tiga hal terkait masalah operasi pencarian kepada pihak keluarga."Saya datang ke sini, ke Surabaya, dalam rangka memenuhi janji saya untuk menemui pihak keluarga. Ada hal-hal yang perlu saya jelaskan kepada keluarga," terang Bambang dalam gelar persnya di Mapolda Jawa Timur, Selasa (13/1.Pertama yang dijelaskan ke pihak keluarga korban, adalah sampai saat ini, tim gabungan masih melakukan tugas-tugas pokoknya, yaitu untuk mencari sebanyak-banyaknya korban."Itu saya sampaikan kepada keluarga. Kalau operasi pokok gabungan kita hentikan, itu hanya 'kulitnya' saja. Bukan berarti operasi pencarian dihentikan, tapi kita ganti dengan operasi harian," papar dia.Sayang, Bambang belum bisa mengatakan kapan operasi harian itu mulai dilakukan. "Hingga saat ini, semua tim masih pada posisi optimis pada tugas-tugasnya.""Kemudian yang kedua saya sampaikan pada keluarga adalah masalah hitung-hitungan harapan, hitung-hitungan optimisme, dan hitung-hitungan realita yang ada sesuai dengan kondisi," katanya.Sesuai undang-undang, kata dia, operasi pencarian ada standar-nya. "Saya jelaskan, agar keluarga korban memahami kondisinya. Dalam operasi pencarian ada standar, ada awal juga ada akhir, tapi ada harapan, ada semangat dari kita (tim), para pelaku pencarian di lapangan. Tujuh hari kita melakukan pencarian ditambah tujuh hari lagi pencarian, sesuai aturan ini sudah harus dihentikan," paparnya.Namun atas pertimbangan psikologis keluarga korban, pencarian masih terus dilakukan. "Sehingga, berdasarkan undang-undang, operasi pokok kita hentikan dan akan kita ganti dengan operasi harian. Kemudian saya tegaskan sekali lagi, saya juga mengklarifikasi, hingga saat ini cockpit voice recorder (CVR) dan badan pesawat masih belum ditemukan, dan kita akan fokus ke sana," tandasnya.Seperti diketahui, hingga di hari ke 17 pencarian korban AirAsia, Tim SAR berhasil menemukan 48 jenazah korban, yang 36 di antaranya berhasil diidentifikasi Tim DVI Polda Jawa Timur, serta ekor pesawat dan voice data rekorder (VDR).

Rekomendasi