Negara Bagian Victoria, Australia berencana menjalin kerja sama di bidang infrastruktur, pendidikan, pertanian dan kesehatan dengan Pemprov Jawa Timur. Kerja sama bilateral ini sekaligus untuk mempererat hubungan baik kedua wilayah tersebut.
Saat berkunjung ke Gedung Grahadi Surabaya menemui Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Komisioner Pemerintah Victoria untuk Indonesia, Brett Stevens mengaku kagum terhadap pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur yang mencapai tujuh persen. Padahal di Victoria, Australia, pertumbuhan ekonominya hanya mencapai 2,3 persen saja. Sehingga, kata dia, pihaknya tertarik untuk menjalin kerja sama dengan Jawa Timur di bidang infrastruktur, pendidikan, pertanian dan kesehatan."Tujuannya untuk membina hubungan baik antara pemerintah dengan pemerintah. Kemudian hubungan baik antara bisnis ke bisnis," kata Stevens di Gedung Grahadi usai bertemu Soekarwo, Kamis (15/1).Dia juga mengaku, selain bekerja sama dengan Indonesia, pihaknya juga membuka kantor perwakilan bisnis di London, Dubai, Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya. "Kita juga membuka kantor perwakilan bisnis dengan negara-negara lain, selain Indonesia," katanya.Masih di tempat yang sama, Soekarwo menambahkan, provinsi yang dipimpinnya ini, memiliki posisi penting dan efisien bagi Indonesia bagian timur. Sebab, kata dia, Jawa Timur menjadi pintu utama produk dan distribusi barang. "Peluang untuk memperkuat hubungan kerja sama dengan Victoria sangat kuat," papar gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo itu.Apalagi, lanjut dia, Indonesia bagian timur memiliki sekitar 120 juta pasar barang. "Selain kuat dalam perdagangan antar-daerah, pertumbuhan ekonomi di Jatim selama empat tahun terakhir terus tumbuh, bahkan lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional," katanya bangga.
Mantan Sekdaprov Jawa Timur ini merinci, Tahun 2012, pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur, mencapai angka 7,27 persen atau naik 0,05 persen dari tahun 2011, yaitu 7,22 persen.
Angka tersebut lebih tinggi di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya 6,23 persen. Sedangkan, untuk tahun 2014, pertumbuhan ekonomi mencapai rata-rata di atas enam persen.
"Jatim pertumbuhan ekonominya tinggi karena perdagangan tinggi. Ini juga didukung dengan adanya perbaikan dan pengembangan infrastruktur," tandas dia.
