Angka kematian ibu (AKI) di Jawa Tengah saat ini masih tergolong tinggi. Memasuki bulan pertama 2015, Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Grobogan menjadi dua wilayah di Jawa Tengah yang mempunyai AKI tertinggi, dengan kasus kematian sebanyak empat jiwa.Ke depan, selain mereformasi birokrasi kesehatan, pelayanan kesehatan pun harus melibatkan banyak elemen dan bagian masyarakat. Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo mengatakan, dua wilayah tersebut menjadi pembuka AKI yang serius di Jateng.Dengan memaksimalkan pelayanan primer, maka AKI akan dicegah sebagai salah satu pelayanan paling digunakan oleh masyarakat."Kita memiliki UPT (Unit Pelayanan Terpadu) Puskesmas yang banyak di Jateng untuk melayani masyarakat. Ke depan, dengan reformasi birokrasi, semoga AKI dan termasuk AKB bisa ditekan," ungkap Yulianto saat mengunjungi Puskesmas Wiradesa Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah Rabu (11/2), didampingi Kepala UPT Puskesmas Wiradesa Feri Susanto.Puskesmas tersebut merupakan salah satu UPT yang memiliki pelayanan persalinan dengan 24 bidan, tiga dokter, dan satu ambulans. Puskesmas tersebut harus bisa terintegrasi, dan memiliki data pasien ibu hamil yang terus diupdate.Sehingga, kata Yulianto, bidan dan dokter yang menangani kelahiran bisa mengantisipasi pasien saat mendekati Hari Perkiraan Lahir (HPL).Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, AKI di 2014 mencapai 711 jiwa di Jateng. Angka tersebut merupakan angka tertinggi sepanjang masa. Maka diperlukan upaya penanganan yang serius dan maksimal untuk mencegah dan menekan AKI.Banyaknya jumlah dokter obsgyn (dokter kandungan) tidak menentukan jumlah AKI menjadi rendah. Ganjar mencontohkan seperti yang terjadi di Kota Semarang yang banyak Obsgyn mencapai 74 tenaga Obsgyn."Namun, ternyata masih banyak kasus AKI," terangnya.Dengan pelayanan kesehatan dan sosialisasi terhadap masyarakat, diharapkan AKI bisa teratasi.
Ganjar: Angka kematian ibu di Jateng masih tinggi
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, AKI di 2014 mencapai 711 jiwa di Jateng.
Advertisement
Rekomendasi
