Pembenahan Terminal Rawamangun, Jakarta Timur berujung sia-sia. Hal tersebut terjadi karena kesalahan pembangunan yang mengakibatkan bus-bus besar tidak bisa masuk ke dalam terminal."Kalau mau gugat ya konsultannya dong, bus enggak bisa naek sempit, ini apa-apaan. Konsultan keenakan enggak pernah digugat. Pengawasan juga konsultan, Dishub jawabnya semua konsultan," tegas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Balai Kota, Jakarta, Senin (25/5).Ahok menyalahkan sepenuhnya kepada konsultan pembangunan terminal, meskipun Dinas Perhubungan juga ikut dalam proyek tersebut."Saya bilang sama Dishub harusnya kamu gugat konsultan. Dugaan awal konsultan enggak kompeten masa enggak ngerti ukuran bus. Dishub enggak nguasain makanya dikasih sewa konsultan," sambung dia. Seperti diberitakan, dalam ujicoba, Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang coba masuk ke terminal yang baru selesai direnovasi itu, pada ramp naik di jalur 1, bus kesulitan masuk. Ini karena lebar jalur masuk dengan panjang sekitar empat meter sulit dilalui. Panjang bus sekitar 15 meter mengakibatkan bagian belakang bus membentur dinding. Akibatnya, pengemudi bus kesulitan bermanuver.
Bus tak bisa masuk Terminal Rawamangun, Ahok akan gugat konsultan
"Saya bilang sama Dishub harusnya kamu gugat konsultan," kata Ahok.
Advertisement
Rekomendasi
