Agus mengaku hidung Angeline pernah berdarah dipukul Margareith

Sampel bekas darah dari kamar Margareith dan Agus diteliti polisi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Agus mengaku hidung Angeline pernah berdarah dipukul Margareith
Angeline. ©facebook.com/Find Angeline-Bali's Missing Child

Kuasa Hukum Haposan Sihombing, tersangka Agustinus Tai Andamai (25) asal Sumba NTT, menyebutkan kalau kliennya sempat melihat hidung Angeline berdarah. Agus mengaku kalau Angeline saat itu diduga usai dipukul Margareith."Saat itu Agus lihat hidung Angeline, katanya Angeline dipukul sama ibunya," kata Haposan kepada wartawan di Denpasar, Jumat (12/6).Agus mengaku menjadi pembantu Margareith sejak 23 April hingga 25 Mei 2015."Dia mengaku kepada saya begitu, kalau dia bekerja di sana hampir satu bulan," jelasnya.Dia menjelaskan hingga saat ini belum mengetahui siapa yang memasukkan Agus kerja di sana. "Saya belum tahu ceritanya dia bisa dipekerjakan rumah itu," paparnya.Saat dipecat, Agus mengaku diberi upah sekitar Rp 1 juta oleh Margareith.‎ Dia juga mengaku, bahwa saat bersihkan darah dalam hidung Angeline itulah dirinya bernafsu. Namun karena Angeline lari dan memanggil maminya, langsung dikejar dan membenturkan kepala ke dinding.

Sementara itu, Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait menduga pembunuhan Angeline adalah sebuah persekongkolan. Itu dibuktikan dengan letak kamar Agus yang berhadapan dengan Margareith."Posisi kamar yang disebut sebagai pelaku bersebelahan dengan Margareta. Jaraknya tidak jauh, ini tidak mungkin dikatakan sampai tidak tau. Ada upaya persekongkolan sejak lama untuk melenyapkan anak ini," kata Sirait di hadapan kerumunan warga di lokasi rumah Angeline, Jumat (12/6).Dia juga menduga kalau saat kali pertama datang ke lokasi sempat berbincang dengan Margareith. Saat itu, katanya sudah melihat gelagat aneh dari Margareith. Dia juga mengakui melihat bercak darah di kamar margareith dan kamar Agus. "Saya yakin ini sebuah persekongkolan. Tidak mungkin ini dilakukan seorang diri. Polisi harus bisa membuktikan ini," ucapnya.Soal percikan darah yang ada di kamar Agus dan margareith, sudah dideteksi untuk dilakukan penyidikan. Kabarnya, percikan darah tersebut sudah dikirim ke laboratorium di Jakarta."Iya betul ada bercak darah yang tertinggal di kamar Agus. Juga ada di kamar Margareta, itu sudah kita ambil dan kita kirim ke Jakarta untuk dilakukan tes lab," ucap Kapolresta Denpasar Kombes Pol. AA Made Sudana, Jumat malam (12/6).


Adanya bercak darah tersebut diambil berdasarkan hasil olah TKP. Sayangnya dia tidak merinci kapan bercak darah itu mulai diambil untuk dilakukan tes lab. Katanya, bercak itu ada di lantai kamar.Kapolresta mempertegas kalau bercak darah ada sedikit di lantai kamar Agus. Sedangkan di kamar Margareith hanya ada di kertas tisu."Tidak banyak kok, hanya di tisu yang ada di kamar Margareta. Tapi sudah kita ambil dan juga kita kirim untuk dilakukan penyidikan," ucapnya.

Rekomendasi