Busyro Muqoddas, salah seorang anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah akan mengajukan desain konsep buku biru penyusunan APBD ke Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Buku biru ini akan disumbangkan menjadi sedekah Muhammadiyah ke daerahnya masing-masing.Ini menjadi pemikiran Busyro menyikapi data APBD yang mayoritas untuk biaya belanja pegawai yakni sebesar 75 persen. Sementara untuk rakyat hanya 25 persen. "Policy daerah dan APBD, based on people empowering itu No. Yang dikucurkan untuk rakyat hanya 25 persen, pro rakyatnya di mana," kata Busyro Muqoddas saat memberikan keterangan pers di media centre dalam arena Muktamar Muhammadiyah, sesaat setelah penutupan, Jumat, (7/8).Mantan komisioner KPK ini mengatakan, di mana demokrasi berdasarkan kedaulatan rakyat sebagaimana amanah dalam pasal 28 UUD 1945 adalah pasal HAM, kemudian pasal 1 UUD 1945 ayat 3 jika dalam APBD, hanya 25 persen untuk rakyat.Oleh karena itu, kata Busyro, ke depan Muhammadiyah melalui Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) yang lebih banyak di daerah bisa mengkaji problem daerah masing-masing. Hasil kajiannya kemudian disampaikan ke gubernur, kepala daerah."Kepada gubernur, kepala daerah, kalau bapak ibu mau susun APBD, ini buku birunya. Buku ini sumbangan, sedekah dari Muhammadiyah Wilayah Sulsel misalnya, wilayah Bali atau wilayah Papua di bidang tanah-tamah adat misalnya. Atau di Jawa misalnya sektor pertanian. Dengan demikian bupati, wali kota, gubernur bisa terima sedekah dan dikontrol," kata Busyro Muqoddas serasa menambahkan, demikian kira-kira desain konsep yang akan dia introduksikan ke PP Muhammadiyah nanti.
Busyro tawarkan buku biru penyusunan APBD buat kepala daerah
Ini menjadi pemikiran Busyro menyikapi data APBD yang mayoritas untuk biaya belanja pegawai yakni sebesar 75 persen.
Advertisement
Rekomendasi
