Ada hewan kurban tak sehat, petugas kembalikan ke pemiliknya

Para pembeli diingatkan agar memperhatikan hewan ternak yang akan dibeli.

Eko Prasetya
Oleh Eko Prasetya - Reporter
Ada hewan kurban tak sehat, petugas kembalikan ke pemiliknya
hewan kurban. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Petugas Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Ternate, Maluku Utara, menemukan sejumlah hewan kurban dijual pada beberapa titik yang tidak sehat sehingga dikembalikan kepada pemiliknya."Kita menemukan enam ekor sapi, selanjutnya ditolak untuk dipotong karena mengantisipasi kemungkinan oknum-oknum tertentu yang menjual daging kurban tertular penyakit," kata Kepala Seksi Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Ternate, Drh Roro di Ternate, seperti dilansir Antara, Sabtu (19/9).Dia mengatakan akan melakukan pengawasan hingga pada hari H. Jadi setelah dilakukan pemeriksaan, maka diterbitkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang diberlakukan sampai dengan 10 hari."Kemungkinan hingga 28 September 2015 SKKH masih berlaku. Jadi buat para pembeli yang mengkhawatirkan hewannya sakit, maka di situ terlihat akan ada tanda-tanda irtek semacam kalung dikalungkan di telinga," ujar Roro.Karena itu, para pembeli diingatkan agar memperhatikan hewan ternak yang akan dibeli seperti di leher ada warnanya kuning sebagai tanda sudah diadakan pemeriksaan dan dinyatakan bebas dari penyakit sehingga layak untuk dijadikan hewan kurban.Sedangkan, untuk pemeriksaan antemortem, tidak ditemukan penyakit yang berbahaya terhadap manusia. Tetapi ada beberapa hewan yang memang sakit tetapi masih layak dipotong.Hewan - hewan yang sakit ditolak untuk dikurbankan seperti pingei dan depresi. Roro mengemukakan, ada hewan yang stress karena penempatannya yang kurang layak seperti dijual di pinggir jalan, sehingga terkena debu.Idealnya, harus ada tempat yang representative bagi hewan ternak, agar tidak tertular penyakit. "Kami mencatat ada juga sapi yang merupakan bantuan dari pemerintah, tapi ada oknum-oknum tertentu yang malah menjualnya," kata Roro.

Rekomendasi