Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Persatuan Islam (Persis) merilis 17 jemaah haji yang wafat dalam tragedi Mina. 17 calon haji tersebut berasal dari Kabupaten Bandung, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Sukabumi, dan Kota Cimahi.Sekretaris Umum Persis, Irfan Safrudin mengatakan, informasi yang diterima pihaknya diperoleh dari pembimbing utama kloter 61, yakni Acep Saefudin. Acep turut serta saat hendak melakukan lempar jumrah, namun nyawanya masih tertolong."Ketua pembimbing utama ini adalah Acep Saefudin, jadi data ini berdasarkan info kesaksian jemaah, di mana 17 orang meninggal dunia," kata Irfan saat dikonfirmasi PulseFeed, Sabtu (26/9).Selain itu pihaknya masih mendeteksi 50 jemaah yang belum bisa dikontak pasca peristiwa Kamis (24/9) lalu. Kloter 61 KBIH Persis memberangkatkan sekitar 444 orang dengan embarkasi Jakarta-Bekasi. Kloter tersebut terbagi dari beberapa rombongan.Pihaknya berharap informasi tersebut diharapkan bisa membantu Kementerian Agama dan Pemerintah Arab Saudi untuk melakukan identifikasi terhadap 17 jemaah yang berasal dari KBIH Persis. Selain itu Persis juga membuka layanan call center di nomor 022-4220704."Kami membuka call center usai mendapatkan informasi tersebut tadi pagi," ungkapnya.Berikut data 17 jemaah tersebut;Rombongan 4
Koko Koswara (Kabupaten Bandung)
Atik Suryati (Kabupaten Bandung)
Supardi (Kabupaten Bandung)
Aruk (Kabupaten Bandung)Rombongan 8
Rosidah (Kabupaten Ciamis)
Sardjo Mulyana (Kabupaten Ciamis)
Nji Saadah (Kabupaten Ciamis)
Imas Masyitoh (Kabupaten Ciamis)
Nana Hendiana (Kabupaten Ciamis)
Atang Gumawang (Kota Banjar)
Ima Rismawati (Kota Banjar)
R Maemunah (Kota Banjar)Rombongan 9
Rumiyati (Kabupaten Bandung)
Wisma Widyana Puspitasari (Kabupaten Sukabumi)
Neneng Rukmini (Kota Cimahi)
Dikdik Mochamad Tasdik (Kota Banjar)
Ira Kusmira (Kota Banjar).
