Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menyiapkan aula untuk mengantisipasi melonjaknya pasien demam berdarah dengue (DBD). Beberapa pekan terakhir jumlah warga terjangkit penyakit tersebut meningkat. Tercatat, sembilan pasien meninggal akibat DBD.
Direktur Utama RSUD Kabupaten Bekasi, Sumarti mengatakan, aula yang disiapkan mampu menampung 50 pasien berikut tempat tidurnya. Langkah ini sebagai jalan keluar agar rumah sakit tak menolak pasien dengan alasan ruangan penuh.
"Kami akan maksimalkan pelayanan, mengingat sedang musim DBD tak hanya di Kabupaten Bekasi, tetapi daerah lain," katanya, Sabtu (6/1).
Selama Januari 2016 jumlah pasien yang dirawat di RSUD Kabupaten Bekasi mencapai 33 orang. Sedangkan saat ini yang masih dirawat tinggal sembilan orang dengan rincian empat orang dewasa dan lima anak-anak. Sembilan orang meninggal dunia.
"Yang meninggal itu karena telat dibawa ke rumah sakit, ketika dibawa ke rumah sakit sudah dalam kondisi kritis," kata dia.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Muharmansyah Boestari menyebutkan, selama Januari 2016 jumlah penderita DBD mencapai 200 orang, sembilan diantaranya yang masih balita tewas akibat penyakit tersebut. Untuk mencegah penyebaran lebih luas, pemerintah menggalakkan sosialisasi pemberantasan sarang nyamuk (PSN) Aedes Aegypti.
