Kota Gianyar masih memberikan ruang bagi umat muslim bisa menjalankan Salat Gerhana di masjid terdekat, bertepatan saat hari Nyepi di Bali. Namun, di Kabupaten Tabanan tidak demikian.Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Tabanan menyampaikan, supaya umat muslim hendak Salat Gerhana pada 9 Maret mendatang tidak dilakukan secara berjamaah. Mereka meminta supaya ibadah itu dilakukan di rumah masing-masing, buat menghormati umat Hindu sedang melaksanakan Hari Raya Nyepi.Hal itu disampaikan Perwakilan MUI Kabupaten Tabanan, H. Anwar, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Dalam Rangka Pengamanan Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1938, di Ruang Rapat Utama Polres Tabanan, Rabu (2/3)."Hasil rapat ini juga akan disosialisasikan dalam Rapat FKUB Kabupaten Tabanan," kata Anwar.Di samping itu, masyarakat Tabanan diimbau supaya menciptakan situasi kondusif, khususnya selama perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1938, jatuh pada tanggal 9 Maret 2016 mendatang."Situasi kamtibmas adalah harga mati. Oleh sebab itu untuk menciptakannya kita harus bersinergi," kata Wakapolres Tabanan, Kompol Leo Pasaribu.Leo menambahkan, rencana pengamanan akan melibatkan polisi."Menjelang Hari Raya Nyepi, banyak aktivitas dilakukan oleh warga. Mulai dari membuat ogoh-ogoh, Melasti, Tawur Kesanga, dan Pengerupukan dengan mengarak ogoh-ogoh. Oleh sebab itu, perlu sinergitas yang baik untuk menciptakan situasi kamtibmas," ujar Leo.
Umat muslim di Tabanan diminta Salat Gerhana di rumah
Mereka diminta menghormati umat Hindu yang akan melaksanakan Hari Raya Nyepi.
Advertisement
Rekomendasi
