Sengketa warga dan Suku Anak Dalam di Jambi berujung kerusuhan

Polisi sudah menetapkan 17 tersangka dalam kejadian itu. Mereka masih memburu 2 provokator.

Aryo Putranto Saptohutomo
Sengketa warga dan Suku Anak Dalam di Jambi berujung kerusuhan
Ilustrasi Bentrokan. ©2014 Merdeka.com

Sebuah kerusuhan berujung aksi pembakaran terjadi di Kabupaten Tebo, Jambi. Pemicunya diduga adanya hasutan usai pertengkaran antara warga Kelurahan Pulau Temiang dengan sekelompok orang Suku Anak Dalam tinggal di Desa Pemayungan.Pertikaian itu berawal dari sengketa tanah antara warga Pulau Temiang dengan Suku Anak Dalam. Karena tidak mencapai titik temu, mereka lantas berkelahi. Akibatnya, warga Pulau Temiang mengalami luka akibat tebasan senjata tajam. Karena tidak terima, warga Pulau Temiang menyerang. Karena warga Suku Anak Dalam tinggal di dekat perusahaan perkebunan PT LAJ, maka aset milik perusahaan itu ikut dirusak dan dibakar dalam aksi kerusuhan itu.Hanya saja, saat itu warga Suku Anak Dalam sudah lebih dahulu melarikan diri. Warga yang sudah tersulut emosi, ditambah adanya hasutan, menjadi brutal dan membakar kantor, barak, dan gudang pupuk milik PT LAJ. Sebuah rumah dan mobil juga tak luput dari sasaran.Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jambi, masih memburu provokator, atau otak pelaku kerusuhan di Kabupaten Tebo itu. Dari hasil penyelidikan, diketahui ada dua orang menjadi provokator. Penghasut itu merupakan warga Kelurahan Pulau Temiang yang kini kabur."Diketahui saat ini anggota tengah melakukan mengejar dua provokator kerusuhan tersebut," kata Direktur Reskrimum Polda Jambi, Kombes Pol Irawan David Syah, di Jambi, Senin (7/3).Seperti dilansir dari Antara, Polda Jambi sudah menetapkan 17 orang sebagai tersangka kerusuhan itu. Hingga kini mereka masih dalam tahap proses pemberkasan. Irawan menyatakan mereka masih memeriksa saksi-saksi buat menyusun bukti dan berkas perkara, sebelum diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Rekomendasi