Jumlah pasien demam berdarah dengue (DBD) di banyak rumah sakit di Gianyar terus bertambah, Kamis (10/3). Masalah baru pun muncul, sejumlah pasien terpaksa dirawat di tempat yang tak seharusnya, lantaran ruang rawat inap penuh. Seperti di RSU Sanjiwani Gianyar, pasien bahkan dirawat di kursi panjang ruang tunggu."Saya sudah sempat ke rumah sakit swasta, namun penuh juga. Di RSU Sanjiwani ini, malah lebih banyak. Karena tidak ada bed (kasur) lagi, saya ditempatkan di kursi panjang ini," terang Ni Komang Warjani (28), pasien DBD asal Desa Lebih, Kamis (10/3).Nasib yang sama juga dialami Ni Nyoman Murni (45), warga asal Desa Bakbakan, Gianyar. Ibu yang terlihat lemah ini mengaku sudah menanti ruangan rawat inap sejak Kamis dini hari."Saya tak bisa rebahan lagi di kursi kayu ini, badan saya justru menjadi tambah sakit," ungkapnya.Sementara dari data di loket pendaftaran, selama perayaan Nyepi pasien yang masuk ke rumah sakit Sanjiwani Gianyar mencapai 108 orang. Dari jumlah itu, 80-an orang menderita DBD."Untuk pasien yang masuk pada saat Nyepi belum semua dapat kamar pak. Tapi hari ini sejumlah pasien rawat inap sebagian sudah bisa dipulangkan. Mudah-mudahan dapat menampung pasien yang baru masuk," terang petugas Loket saat ditemui.
Ruang inap penuh, banyak pasien DBD dirawat di kursi rumah sakit
Pasien yang dirawat di kursi tunggu mengeluh, bukannya sembuh malah tambah sakit.
Advertisement
Rekomendasi
