Jumlah penderita penyakit demam berdarah dengue di Kota Bekasi, Jawa Barat, meningkat tajam sepanjang 2016. Pemerintah setempat mencatat pasien yang terjangkit penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti mencapai 1.100 orang, bahkan 17 diantaranya tewas.Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan pada Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tetty Manurung, penyebaran penyakit tersebut meningkat sejak Januari, dimana musim hujan mulai melanda wilayah setempat."Januari sekitar 300 kasus, kemudian Februari meningkat hingga 500 kasus, dan Maret hingga minggu ketiga mencapai 300-an kasus," katanya di Bekasi, Minggu (27/3).Ia mengatakan, jumlah tersebut meningkat tajam dibanding periode yang sama pada tahun lalu. Adapun, tahun lalu, jumlah penderitanya dalam setahun mencapai 1.060 kasus. Dengan begitu, kemungkinan pasien DBD tahun ini masih bisa meningkat."Paling banyak kasus DBD berada di Kecamatan Mustikajaya, penderita yang meninggal mencapai tiga orang," kata Tetty.Menurut Tetty, warga Kota Bekasi yang terjangkit demam berdarah tak hanya terkena gigitan nyamuk Aedes aegypti di wilayah setempat. Bisa juga kata dia, terjangkit di wilayah lain, sebab kasus demam berdarah juga meningkat di daerah lain."Hampir di semua daerah kasus demam berdarah meningkat," kata dia.Tetty mengatakan, meski jumlah penderita cukup banyak, pemerintah belum menetapkan status kejadian luar biasa. Hanya saja, pemerintah kini sedang menggalakkan gerakan serentak pemberantasan sarang nyamuk (PSN) seperti yang dilakukan di Kecamatan Mustikajaya."Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) berbeda dengan fogging. Kalau dilakukan fogging terus menerus, dikhawatirkan nyamuk malah menjadi kebal, dan terus berkembang biak," ujarnya.Tetty menyangkan bahwa masyarakat menganggap sepele penyakit tersebut, karena mimimnya pengetahuan tentang penyakit DBD. Ia mencontohkan, gejala awal seperti demam disertai batuk dianggap sepele, karena dikira hanya panas biasa."Setelah demam turun, bukan berarti penderita sembuh. Empat-lima hari pascagejala awal adalah masa-masa kritis. Karena itu, penderita harus dirawat intensif di rumah sakit," katanya.
Penderita DBD di Bekasi meningkat, 3 bulan capai 1.100 kasus
"Januari sekitar 300 kasus, kemudian Februari meningkat hingga 500 kasus, dan Maret hingga minggu ketiga mencapai 300."
Advertisement
Rekomendasi
