Ratusan warga Solo terjangkit demam berdarah

Wilayah Mojosongo dan Kadipiro menjadi salah satu kelurahan endemis DBD, dengan angka kasus tertinggi se-Kota Solo.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Ratusan warga Solo terjangkit demam berdarah
nyamuk demam berdarah . shutterstock

Ratusan warga Kota Solo terjangkit penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Menurut data dari Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, hingga pekan ke-18, jumlah kasus DBD mencapai 248 kasus. Sedangkan untuk kasus meninggal dunia, belum bisa dpiastikan jumlahnya.Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) DKK, Efi S Pertiwi mengatakan, meski selama ini banyak anak yang terkena panas tinggi, namun gejala tersebut belum tentu DBD. Menurutnya, bisa saja itu gejala typus. Jadi belum tentu mereka meninggal karena DBD, meskipun itu anak atau pun orang tua."DBD sudah mewabah, diperlukan peningkatan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PNS) untuk menanggulanginya," ujar Efi, Rabu (18/5).Efi mengatakan, meningkatnya kasus DBD di Kota Solo harus ditanggulangi dengan serius. Kasus DBD, di Solo, kata Efi, masih didominasi anak-anak. Wilayah Mojosongo dan Kadipiro menjadi salah satu kelurahan endemis DBD, dengan angka kasus tertinggi se-Kota Solo.Menurut Efi, banyaknya kasus DBD terjadi karena kebersihan tidak terjaga dan daya tahan tubuh masyarakatnya lemah. Pihaknya telah melayangkan surat edaran (SE) kepada seluruh kelurahan untuk meningkatkan gerakan PSN."Langkah ini penting dilakukan sebagai upaya mengantisipasi penyebaran nyamuk DBD. Masyarakat harus selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)," jelasnya.Efi menambahkan kasus DBD menyebar hampir di semua wilayah di Kota Solo, yakni di Kelurahan Semanggi dan lainnya. Padahal, Kelurahan Semanggi belum lama ini meraih juara lomba pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Rekomendasi