Kendati memasuki Ramadan, sejumlah kafe remang-remang di pinggir pantai Delod Berawah, Jembrana, Bali tetap saja bergeliat. Bahkan, pada siang hari mereka tetap melayani tamu.
Uniknya, gelombang laut yang semula tenang, saat memasuki Ramadan mendadak meninggi. Bahkan, air laut dari terjangan gelombang masuk ke sejumlah kafe, berjarak sekitar 150 meter dari tepi pantai.Di wilayah ini, gelombang pasang tidak hanya masuk ke sejumlah bangunan tempat hiburan malam, tetapi sampai merobohkan pepohonan berada di bibir pantai. Beberapa tembok pembatas rumah milik warga juga mulai runtuh tergerus derasnya ombak air laut.
Jalan desa sepanjang pesisir Pantai Delod, Berawah, terendam air laut setinggi hampir 30 sentimeter sehingga menyulitkan warga melintas."Gelombang pasang dengan ombak tinggi sudah terjadi sejak tiga hari lalu. Hari ini yang paling besar sampai naik ke jalan," kata warga Desa Mendoyo Dangin Tukad, Putu Edi Purnama, Rabu (8/6).Menurut Edi, gelombang pasang dengan ombak tinggi masih akan terjadi hingga tiga hari ke depan. Hal itu terjadi setiap hari Punama (bulan terang) dan Tilem (bulan mati) dalam setahun sekali.
