Fenomena gerhana matahari cincin turut dinikmati oleh warga Surabaya. Warga tampak antusias menikmati fenomena yang jatuh hanya setiap 1 sampai 2 tahun sekali tersebut.
Masjid Nasional Al Akbar Surabaya bersama dengan lembaga Falakiyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (FPWNU) Jawa Timur, menyediakan 9 teropong khusus untuk melihat fenomena gerhana matahari cincin. Masyarakat pun terlihat berbondong-bondong menyaksikan fenomena alam tersebut.
"Kita siapkan 9 teleskop, 99 kacamata dan panggung untuk nobar (nonton bareng) gerhana matahari," ujar Humas Masjid Nasional Al Akbar, Helmi Muhammad Nur, Kamis (26/12).
Dia menambahkan, gerhana matahari cincin ini hanya dapat dinikmati sebagian di Surabaya. Gerhana awal terjadi sekitar jam 11.03 WIB, puncaknya terjadi sekitar pukul 12.55 WIB. Fenomena ini pun berakhir sekitar pukul 14.34 WIB.
"Surabaya hanya gerhana matahari sebagian sedangkan gerhana matahari cincin terjadi di Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan-nya," tambah Samsul Ma'arif, Wakil Ketua Lembaga Falakiyah PWNU Jawa Timur.
Advertisement
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa juga tidak mau ketinggalan mengintip fenomena alam tersebut, melalui teleskop. Usai melaksanakan salat gerhana, dia pun langsung menuju panggung yang disediakan panitia untuk melihat gerhana matahari cincin.
Khofifah mengaku, ini bukan pertama kalinya ia melihat fenomena alam itu. Pada era tahun 1980-an, ia pernah menyaksikan fenomena yang sama. "Saya dulu sudah pernah menyaksikan gerhana matahari cincin juga. Ini fenomena alam yang luar biasa," ungkapnya.
Muhammad Pradipta Mahadika, bocah berumur 7 tahun juga tak mau ketinggalan menyaksikan gerhana matahari cincin. Bersama kedua orang tuanya, ia mengaku penasaran dengan fenomena alam itu.
"Pengen tahu (gerhana matahari cincin) saja," ungkapnya sembari tertawa kecil.
