Momen Gerhana Matahari urung terlihat di Samarinda, Kalimantan Timur. Penyebabnya, sebagian besar wilayah Samarinda, tertutup awan mendung tebal dan diguyur hujan deras. Bahkan, berakibat banjir di sejumlah kawasan.
Keterangan diperoleh, proses terjadinya gerhana dimulai pukul 12.04 WITA. Di saat bersamaan, sebagian besar wilayah Samarinda mulai berselimut awan tebal. Warga pun urung nonton bareng gerhana.
"Batal (nobar) lihat gerhana. Tadi rencana mau nonton, pantau bareng teman-teman di bukit Alaya. Nggak jadi, karena mendung dari tengah hari," kata Ariadi (38), warga Samarinda, kepada PulseFeed, Kamis (26/12).
Kumpulan awan tebal berubah jadi hujan deras sekira pukul 13.05 WITA, dan berangsur reda satu jam kemudian. "Hujan deras mas, habis hujan bahkan banjir di Jalan DI Panjaitan. Benar-benar nggak bisa lihat (Gerhana Matahari)," ujar Ariadi.
Sekitar pukul 14.15 WITA, sebagian kota Samarinda masih berselimut awan tebal. Meski demikian, adzan diikuti Salat Gerhana sempat terdengar digelar di sejumlah masjid.
Dikonfirmasi PulseFeed, Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Temindung Samarinda Riza Arian Noor membenarkan momen gerhana matahari tidak terlihat di Samarinda.
"Ya, memang kondisi cuaca di wilayah Samarinda, pada umumnya berawan. Bahkan, terjadi hujan di beberapa tempat," kata Riza.
Menurut dia, sejatinya, apabila cuaca cerah, warga Samarinda bisa melihat Gerhana Matahari Sebagian. "Sehingga karena cuaca, momen Gerhana Sebagian, tentunya tidak bisa diamati karena terhalang oleh awan," tutup Riza.
Masih dari pantauan PulseFeed, sejumlah kawasan yang terendam banjir seperti Jalan DI Panjaitan, Jalan Mugirejo serta Jalan KH Samanhudi. Hingga pukul 15.04 WITA, hujan ringan masih berlangsung di sejumlah kawasan, disertai awan mendung.
