Memasuki puncak musim kemarau, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan mulai terjadi. Seperti yang terjadi di Kabupaten Ogan Ilir yang menjadi langganan karhutla setiap tahun.
Terdapat dua titik karhutla di kabupaten itu. Yakni terjadi di Kelurahan Ulak Petangisan, Kecamatan Pemulutan Barat, Selasa (4/8) siang. Tim gabungan dari satgas darat yang beranggotakan BPBD Ogan Ilir, Manggala Agni, TNI, dan masyarakat, dibantu satu unit helikopter, berhasil memadamkan api selama empat jam.
Kabid Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel Ansori mengungkapkan, karhutla tersebut didapat dari laporan patroli udara lalu satgas darat menuju lokasi titik api. Karhutla tersebut terdapat di semak belukar bercampur gegas dan purun.
"Setelah empat jam dipadamkan, api baru bisa dikendalikan. Luas lahan yang terbakar sekitar empat hektare," ungkap Ansori, Rabu (5/8).
Di tempat berbeda di hari yang sama, satgas udara menemukan lahan terbakar di Desa Rengas I, Kecamatan Payaraman, Ogan Ilir. Satgas darat langsung menuju lokasi dan menemukan lahan dengan vegetasi pohon tebas tebang yang baru saja terbakar seluas dua hektare.
"Untuk mengantisipasi api merambat ke lahan lain, petugas memadamkan api yang masih tersisa di dalam maupun di pinggir lahan terbakar," pungkasnya.
