Diejek Resek Kalau Mabuk, Pria di Ogan Ilir Bunuh Tetangga

Dari pengakuannya, tersangka kesal diejek korban saat membeli tuak. Dia mengira korban akan memukulnya sehingga tersangka lebih dulu menikam punggungnya.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Diejek Resek Kalau Mabuk, Pria di Ogan Ilir Bunuh Tetangga
Pria di Ogan Ilir Bunuh Tetangga Karena Diejek Saat Mabuk. ©2021 Merdeka.com

Seorang pria bernama Mun'in (45) tewas di tangan tetangganya sendiri, Lukman (30). Pemicunya lantaran pelaku kesal diejek saat mabuk tuak.

Peristiwa itu terjadi ketika korban berbelanja di warung tak jauh dari rumahnya di Desa Payalingkung, Kecamatan Lubuk Keliat, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Selasa (9/11) pukul 23.30 WIB. Di tempat sama, pelaku yang tinggal bertetangga dengannya hendak membeli minuman keras jenis tuak.

Korban lantas mengejek pelaku resek jika mabuk. Hal itu membuat pelaku emosi namun korban kembali mengucapkan kata-kata ejekan yang sama. Sempat terjadi adu mulut antara keduanya.

Saat korban berdiri dan dikira hendak memukul, pelaku mencabut pisau dan menikam korban. Mengenai punggung yang membuat korban terjatuh. Pelaku langsung melarikan diri ke hutan sementara korban dibawa ke rumah sakit. Beberapa jam kemudian, korban dinyatakan tewas.

Kasi Humas Polres Ogan Ilir Iptu Abdul Haris mengungkapkan, tersangka diamankan tim gabungan Polsek Tanjung Batu dan Polsek Tanjung Raja saat berada di Jalan Tanjung Raja-Cinta Manis, Rabu (10/11) malam. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, tersangka dibawa ke Mapolsek Tanjung Batu.

"Tersangka diamankan ketika akan melarikan diri dari kampungnya," ungkap Haris, Jumat (12/11).

Dari pengakuannya, tersangka kesal diejek korban saat membeli tuak. Dia mengira korban akan memukulnya sehingga tersangka lebih dulu menikam punggungnya.

"Kau ini resek kalau mabuk," kata Haris menirukan ucapan korban.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan orang meninggal dunia dengan ancaman paling lama tujuh tahun penjara. Barang bukti disita sebilah pisau yang masih tertancap di punggung korban saat dievakuasi ke rumah sakit.

Halaman
Rekomendasi