Miftachul Akhyar Ditunjuk Rais Aam NU: Amanah yang Sangat Berat

Ketua Majelis Ulama Indonesia ini merasa ragu bisa menjalankan amanah ini dengan baik. Namun, ia percaya banyak yang mendampinginya agar tugasnya bisa berjalan baik.

Muhammad Genantan Saputra
Miftachul Akhyar Ditunjuk Rais Aam NU: Amanah yang Sangat Berat
Pejabat Sementara Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar. ©Liputan6.com/Ratu Annisaa Suryasumirat

KH Miftachul Akhyar kembali menjabat Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) setelah dipilih dalam agenda Muktamar NU ke-34. Miftahul mengungkapkan, bahwa posisi Rais Aam adalah amanah yang sangat berat.

"Disamping Nawaitu saya hanya hadir, mulai kami di tunjuk diminta, sebagai Rais Aam sampai sekarang blank hati saya, gak ada konsep, gak ada apa karena suatu amanat yang sangat berat," katanya di Bandar Lampung, Jumat (24/12).

Ketua Majelis Ulama Indonesia ini merasa ragu bisa menjalankan amanah ini dengan baik. Namun, ia percaya banyak yang mendampinginya agar tugasnya bisa berjalan baik.

"Saya meragukan diri saya apa bisa melakukan amanat yang berat ini sebagai Rais Aam masa khidmat 2021-2026, mamun saya percaya akan banyak yang mendampingi saya, yang memberikan urun rembuk," ucapnya.

"Memberikan pikiran pikirannya yang insya Allah nanti entah berapa 5 persen, 10 persen atau 20 persen dari program-program yang telah diputuskan di Komisi komisi di Muktamar yang baru semoga bisa tercapai," tandasnya.

Sebelumnya, KH Miftachul Akhyar secara resmi ditunjuk kembali menjadi Ketua Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU periode 2021-2026. Keputusan ini diambil oleh 9 anggota ahlul halil wal aqdi atau Ahwa usai melakukan musyawarah.

"Alhamdulillah Ahwa sepakat dengan musywarah penuh kesantunan itu bahwa yang menjadi Rais Aam PBNU periode 2021-2026 KH Miftachul Akhyar," kata anggota Ahwa KH Zainal Abidin dalam sidang pleno ke IV di Universitas Lampung, Bandar Lampung, Jumat (24/1) dini hari.

Menurut Zainal, keputusan ini diambil oleh para anggota Ahwa tanpa adanya perbedaan pendapat sedikit pun. Pemilihan Miftachul Akhyar juga sesuai aspirasi muktamirin.

"Kita berpendapat sesuai aspirasi para muktamirin maka kami semua sepakat para sesepuh Kiai dan tidak ada perbedaan pendapat kami bulat sepakat," ujarnya.

Adapun tim AHWA yang memilih Miftahul sebagai rais aam PBNU 2021-2026 terdiri dari KH Dimyati Rois, KH Ahmad Mustofa Bisri, KH Ma'ruf Amin, KH Anwar Manshur, TGH LM Turmuudzi Badaruddin, KH Miftahul Akhyar, KH Nurul Huda Djazuli, KH Ali Akbar Marbun, dan Prof H Zainal Abidin.

Untuk diketahui, selain menjabat sebagai Rais Aam PBNU, saat ini Miftachul juga menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia.

Rekomendasi