Dua warga Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) meninggal dunia dan dikaitkan dengan vaksinasi. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bone mengaku perlu pemeriksaan dan penelitian lebih dalam untuk penyebab kematian dua warga tersebut.
Sekretaris Dinas Kesehatan Bone, drg Yusuf mengatakan pihaknya sudah menerima informasi terkait meninggalnya Seleng (80), warga Desa Samaenre, Kecamatan Bengo, dan ANW (13) warga Desa Gattaeng, Kecamatan Salamekko. Ia mengaku kematian dua warga tersebut dikaitkan dengan vaksinasi Covid-19.
"Dua hari terakhir menerima informasi baik media maupun medsos, bahwa ada dua orang meninggal dikaitkan dengan vaksinasi Covid-19," kata Yusuf kepada PulseFeed, Senin (27/12).
Ia menjelaskan Seleng meninggal pada hari Minggu (26/12) atau dua hari setelah mengikuti vaksinasi Covid-19. Yusuf menjelaskan berdasarkan screening, Seleng dianggap memenuhi syarat untuk disuntik vaksin Covid-19.
"Almarhum inikan menerima vaksinasi pada hari Kamis, kemudian di saat vaksin itu dilakukan SOP, screening dan memenuhi syarat. Kemudian, besoknya hari Jumat tetap beraktivitas seperti biasa," tuturnya.
Tetapi pada Jumat sore, Seleng mengalami tidak sadarkan diri. Yusuf mengaku Puskesmas Bengo baru mendatangi rumah Seleng pada Sabtu untuk melakukan pemeriksaan.
"Hari Sabtu, dokter Puskesmas mengunjungi rumahnya ditemukan dan diperiksa dengan tekanan darah sangat tinggi 260 mg. Jadi dokter mengambil kesimpulan bahwa almarhum ini stroke waktu itu dan disarankan untuk dirujuk," bebernya.
Tetapi, pihak keluarga Seleng tidak juga merujuk hingga Minggu pagi meninggal dunia. Ia menjelaskan petugas Dinkes berkomunikasi dengan keluarga dan mendapatkan informasi bahwa Seleng memiliki riwayat hipertensi.
"Kami apresiasi kepada almarhum karena mempunyai keinginan kuat untuk divaksin. Tetapi Kami perlu sampaikan, saat divaksin itu beliau memenuhi syarat dan akhirnya menerima vaksin," urainya.
Sementara itu, kasus meninggalnya ANW, Yusuf mengungkapkan telah menerima dua dosis vaksin yakni pada 26 Oktober dan 23 November 2021. Ia mengatakan setelah mengikuti vaksinasi tersebut, ANW tidak mengalami gangguan kesehatan.
"Dia vaksin kedua pada 23 November 2021 dan tidak ada masalah. Akhir-akhir ini kesehatan almarhumah mengalami penurunan, dan sempat dirawat di Puskesmas Kajuara hingga akhirnya meninggal dunia," ungkapnya.
Kematian ANW tersebut pun dihubung-hubungkan dengan vaksinasi Covid-19. Yusuf mengaku kematian dua warga tersebut tidak serta merta disangkutpautkan dengan vaksinasi Covid-19.
"Saya tidak mau mengatakan bahwa ini ada hubungannya dengan vaksinasi Covid-19, tetapi untuk menentukan bahwa kematian almarhumah ada hubungannya atau tidak tentu harus memerlukan pemeriksaan dan penelitian lebih dalam," kata dia.
Yusuf mengaku pihaknya belum mengetahui dua warga tersebut mendapatkan vaksin merek apa. Yusuf menyebut, di Kabupaten Bone vaksinasi menggunakan Moderna, Sinovac, Pfizer dan AstraZeneca.
"Tetapi kalau AstraZeneca ini hanya untuk kalangan TNI," tuturnya.
Ia mengaku untuk pemeriksaan dan penelitian dampak vaksinasi merupakan wilayah KIPI. Tetapi, dirinya menegaskan vaksinator sudah menjalankan SOP vaksinasi dengan baik.
"Kedua warga ini kan saat divaksin memenuhi syarat," ucapnya.
Terpisah, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Sulsel, dr Arman Bausat mengatakan pihaknya sudah menurunkan tim untuk melakukan investigas terkait kematian dua warga yang diduga akibat vaksinasi. Meski demikian, Arman belum bisa menjelaskan secara detail terkait kematian dua warga Kabupaten Bone tersebut.
"Kita masih investigasi penyebabnya apakah betul karena vaksinasi atau bukan," tuturnya.
