Mengenal Lima Merek Vaksin Booster Covid-19

Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University Australia ini mengajak masyarakat tidak pilih-pilih jenis vaksin booster. Dia menegaskan, vaksin booster yang disediakan pemerintah merupakan terbaik.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Mengenal Lima Merek Vaksin Booster Covid-19
Vaksinasi Dosis Ketiga untuk Tenaga Kesehatan. ©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Pemerintah berencana memulai vaksinasi booster pada 12 Januari 2022. Ada lima merek yang disebut-sebut akan menjadi vaksin booster untuk masyarakat di Indonesia.

Lima mereka vaksin tersebut ialah Pfizer, AstraZeneca, Coronavac/Vaksin PT Bio Farma, Zifivax dan Sinopharm. Vaksin Pfizer merupakan produk gabungan perusahaan Amerika Serikat dan Jerman.

Sementara vaksin AstraZeneca diproduksi oleh Universitas Oxford di Inggris. Vaksin Coronavac diproduksi Bio Farma dengan bahan baku dari Sinovac asal Tiongkok.

Kemudian Zifivax merupakan vaksin yang dikembangkan dan diproduksi oleh Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical. Vaksin Sinopharm dibuat oleh Beijing Biological Products Institute, unit dari China National Biotec Group (CNBG).

Sebelumnya, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny Kusumastuti Lukito mengatakan ada lima merek vaksin Covid-19 sedang dalam proses registrasi sebagai vaksin booster. Kelima merek vaksin tersebut adalah Pfizer, AstraZeneca, Coronavac/Vaksin PT Bio Farma, Zifivax, dan Sinopharm.

"Dalam waktu dekat mudah-mudahan lengkap datanya, sehingga bisa keluar emergency use authorization (EUA)," kata Penny di Gedung Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Rabu (29/12) dikutip Liputan6.com.

Ada dua pilihan vaksinasi booster di Indonesia, yakni gratis dan berbayar. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, vaksinasi booster diberikan kepada masyarakat berusia di atas 18 tahun. Keputusan ini berdasarkan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

Rentang penyuntikan vaksin booster minimal enam bulan setelah dosis kedua. Data Kementerian Kesehatan, sudah ada 21 juta sasaran yang memenuhi syarat tersebut pada Januari ini.

Jenis vaksin booster yang akan diberikan kepada masyarakat masih menunggu rekomendasi Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional atau Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan BPOM. Rekomendasi baru dikeluarkan pada 10 Januari mendatang.

Rekomendasi