Wali Kota Bogor Bima Arya menemui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Abdullah Azwar Anas, untuk menanyakan rencana pengurangan non-ASN atau honorer. Bima Arya menuturkan, dalam pertemuan itu, dibahas mengenai percepatan proses pemetaan, validasi data dan penyelesaian persoalan tenaga honorer.
"Pertemuan untuk mencari solusi atas persoalan rencana pengurangan non-ASN atau honorer," ungkap Bima Arya, Selasa (13/9).
Bima Arya menjelaskan, dia tidak ingin pengurangan pegawai honorer, justru akan mengganggu pelayanan publik, mengingat tenaga honorer sangat dibutuhkan saat ini dalam memenuhi pelayanan dasar.
"Kami bahas tahapan-tahapannya dan bagaimana memperjuangkan agar pelayanan publik bisa berjalan, tenaga honorer yang sudah lama bisa diperjuangkan dan kebutuhan-kebutuhan dasar seperti pendidikan dan kesehatan bisa dipenuhi," ujar Bima.
Untuk menyusun hal-hal secara intens dan detail, kata Bima, disepakati pula pembentukan tim kecil antar lembaga. "Kami optimis ada titik temu yang menjadi kesepakatan bersama yang menjadi panduan untuk pemerintah daerah," ujarnya.
