Kemenkes Gandeng PBNU Revitalisasi Peran Posyandu

Melalui kerja sama ini, PBNU akan mengampanyekan gerakan promotif dan preventif layanan kesehatan primer kepada masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat NU dan revitalisasi posyandu.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Kemenkes Gandeng PBNU Revitalisasi Peran Posyandu
Kemenkes dan PBNU Tandatangani Mou Revitalisasi Peran Posyandu. ©2022 Merdeka.com

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bersama Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menandatangani MoU kerja sama layanan kesehatan primer kepada masyarakat.

Melalui kerja sama ini, PBNU akan mengampanyekan gerakan promotif dan preventif layanan kesehatan primer kepada masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat NU dan revitalisasi posyandu.

"Upaya promotif dan preventif ini bertujuan untuk menjaga agar masyarakat Indonesia tetap sehat," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melalui keterangan tertulis, Kamis (15/12).

Menjaga kesehatan masyarakat ini berlaku untuk semua kelompok usia. Guna mewujudkan kesehatan masyarakat, Kemenkes menilai perlu merevitalisasi posyandu.

Revitalisasi posyandu akan dimulai dari perluasan layanan kesehatan primer. Semula layanan primer berfokus pada kesehatan ibu dan bayi, kini diperluas mencakup semua kelompok usia.

“Fokus posyandu akan kita geser sedikit, bukan hanya ibu dan bayi. Tetapi mencakup ibu, bayi, anak, remaja, dewasa, dan lansia,” jelas Budi.

Sementara Gus Yahya mengaku ingin membantu pemerintah pusat lewat program-program Kementerian Kesehatan. Salah satunya, melalui pemberdayaan masyarakat NU.

"Melalui kerja sama ini, PBNU ingin membantu Kementerian Kesehatan dalam mewujudkan program-program layanan kesehatan sampai kepada masyarakat di tingkat paling bawah. Hal ini diwujudkan melalui pemberdayaan masyarakat NU yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujar Gus Yahya.

Rekomendasi