Poster acara menampilkan sosok Gus Miftah dengan judul "Prambanan Bersholawat" yang dijadwalkan berlangsung pada 10 Mei 2025. Kehadiran poster tersebut langsung menarik perhatian di media sosial.
Dalam menanggapi hal ini, Gus Miftah menjelaskan bahwa perannya adalah sebagai pengisi acara dan juga sebagai pengarah untuk panitia yang diorganisir oleh kelompok motor CB. Diketahui bahwa acara ini juga akan menyelenggarakan kontes motor.
"Saya hanya pengisi acara, dan juga sebagai pengarah teman-teman panitia dari anak-anak motor CB yang kebetulan percaya sama saya untuk mengisi acara tersebut," ungkap Gus Miftah dalam keterangan yang diterima pada Senin (5/5/2025).
Advertisement
Utusan Khusus Presiden
Sementara itu, salah satu karib Gus Miftah, Ramdhani Hasbullah alias Bang Madit menilai Gus Miftah masih layak untuk tetap mengemban amanah sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan salah satunya.
Saat ditemui di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (4/5/2025), Bang Madit menyebut Gus Miftah sebagai sosok yang selama ini mampu menyampaikan dakwah secara menggembirakan dan edukatif.
“Ya kalau menurut aneh sih ya, Gus Miftah bagus ya untuk menyampaikan dakwahnya cukup menggembirakan, cukup memberikan edukasi yang baik untuk umat,” kata Bang Madit.
Ia mengakui bahwa semua manusia pasti pernah melakukan kesalahan, termasuk tokoh publik seperti Gus Miftah. Namun, kesalahan tersebut dinilai masih bisa dimaafkan dan menjadi bahan introspeksi diri.
“Jadi ya kita maafin aja lah kalau masih mau ada punya niat baik, masih punya perbaikan insyaallah mudah-mudahan ke depannya kan jadi pembelajaran juga,” ujarnya.
Menurut Bang Madit, menjadi figur publik memang menuntut tanggung jawab besar, terutama dalam menjaga lisan dan perbuatan. Ia menyebut hal itu sebagai bagian dari amanah dan hidayah yang tidak semua orang bisa jalani.
“Harus menjaga lisan, menjaga perbuatan, harus menjaga akhlak itulah, makanya enggak semua orang yang dikasih amanah untuk menjadi seorang pendakwah menjadi seorang pemilik umat,” ucapnya.
Saat ditanya soal kemungkinan Gus Miftah tetap menjabat sebagai utusan khusus presiden, Bang Madit menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada Presiden Prabowo. Meski begitu, ia berharap suara masyarakat juga menjadi pertimbangan.
“Kalau secara layak atau nggak layak, itu kan Bapak Presiden kan punya hak preogatif dalam hal ini,” tegas Bang Madit.
Ia menilai, selama Gus Miftah masih punya niat baik dan menunjukkan perbaikan, maka tidak ada salahnya untuk mempertahankan posisinya.
“Kita doakan sajalah, mudah-mudahan, kalaupun nggak ada penggantinya Gus Miftah dipertahankan, mudah-mudahan, ini jadi pelajaran yang berharga buat beliau dan kita ya,” lanjutnya.
Bagi Bang Madit, momentum ini justru bisa menjadi pelajaran besar bagi semua pihak, khususnya dalam menjaga akhlak dan etika di ruang publik.
“Terutama kita juga bisa mengambil pelajaran yang sangat berharga untuk kita bisa menjaga lisan, untuk menjaga perbuatan, untuk menjaga akhlak kita,” pungkasnya.
