Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, mengambil langkah proaktif dalam upaya percepatan penanganan stunting di wilayahnya. Inisiatif ini menyasar langsung ke tingkat Rukun Warga (RW) sebagai garda terdepan komunitas. Program tersebut melibatkan sosialisasi gizi komprehensif serta pemberian makanan tambahan (PMT) esensial bagi balita dan ibu hamil.
Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mengatasi masalah gizi ini. "Kami sudah menyasar RW untuk mempercepat penanganan stunting," ujarnya. Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan dalam menurunkan angka stunting secara efektif dan merata.
Realisasi program telah dimulai di RW 09 Situgangga, Kelurahan Karyamulya, Kota Cirebon, menunjukkan keseriusan Pemkot. Langkah strategis ini bertujuan untuk membangun generasi yang lebih sehat dan cerdas di masa depan.
Advertisement
Advertisement
Strategi Penanganan Stunting di Tingkat Komunitas
Pemerintah Kota Cirebon telah merealisasikan program penanganan stunting dengan fokus pada komunitas. Kegiatan ini secara spesifik dilaksanakan di RW 09 Situgangga, Kelurahan Karyamulya, Kota Cirebon. Inisiatif ini menyasar 49 keluarga yang memiliki balita stunting serta enam ibu hamil dengan kondisi Kurang Energi Kronis (KEK) sebagai penerima manfaat langsung.
Paket bantuan yang disalurkan telah melalui proses seleksi ketat berdasarkan kandungan gizi tinggi. Koordinasi dengan tim khusus memastikan pemilihan bahan pangan yang optimal, terutama protein hewani. "Kami pun menyerahkan bantuan berupa telur, ikan lele, serta minyak goreng kepada warga penerima manfaat," kata Siti Farida Rosmawati.
Kegiatan ini merupakan bagian integral dari gerakan sosial bersama yang melibatkan partisipasi aktif warga. Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Karyamulya turut berperan penting dalam penanggulangan stunting. Kolaborasi ini menunjukkan sinergi antara pemerintah dan elemen masyarakat dalam mencapai tujuan bersama.
Advertisement
Advertisement
Target dan Program Unggulan Pemkot Cirebon
Penanganan stunting telah ditetapkan sebagai agenda prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Cirebon 2025-2029. Komitmen ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mengatasi masalah gizi kronis. Target ambisius telah ditetapkan untuk tahun 2025.
Pemerintah daerah menargetkan penurunan angka stunting dari 14,9 persen menjadi maksimal 13,95 persen pada tahun 2025. Upaya ini diwujudkan melalui berbagai program terintegrasi. Program-program tersebut meliputi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) secara berkelanjutan.
Selain PMT, terdapat juga gerakan seperti One Day One Egg yang mendorong konsumsi telur harian. Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) untuk remaja putri juga menjadi fokus penting. Tak ketinggalan, gerakan orang tua asuh turut digalakkan untuk memberikan dukungan nutrisi dan pengasuhan yang lebih baik.
Advertisement
Program-program ini rencananya akan diperluas ke wilayah lain di Kota Cirebon, termasuk Majasem. Pelibatan donatur diharapkan dapat memperluas jangkauan bantuan. "Saat ini kami bergerak di tiga titik termasuk Majasem, dan masih ada enam RW lagi yang akan disasar," jelas Siti Farida.
Advertisement
Edukasi dan Kolaborasi untuk Generasi Sehat
Edukasi gizi seimbang menjadi salah satu pilar utama dalam upaya pencegahan stunting jangka panjang. Pemahaman yang baik mengenai nutrisi esensial sangat krusial. Hal ini bertujuan agar generasi muda lebih siap menghadapi masa kehamilan serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Pemerintah Kota Cirebon menekankan pentingnya kolaborasi dari berbagai pihak. Sinergi ini mencakup peran aktif dari remaja hingga keluarga muda. Setiap elemen masyarakat diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya kolektif ini.
"Kami yakin kolaborasi dari semua pihak, mulai dari remaja hingga keluarga muda, dapat mempercepat penurunan stunting dan mewujudkan generasi yang sehat, kuat, dan cerdas," ungkap Siti Farida. Pernyataan ini menegaskan keyakinan akan kekuatan kebersamaan. Dengan demikian, cita-cita memiliki generasi yang berkualitas dapat terwujud.
Advertisement
Sumber: AntaraNews
