Jelang Rapimnasus, dukungan ke Ical bisa terbelah

Perubahan bisa terjadi meskipun secara formal dari DPD I dan II sudah memberikan dukungannya.

Yulistyo Pratomo
Oleh Yulistyo Pratomo - Reporter
Jelang Rapimnasus, dukungan ke Ical bisa terbelah
Aburizal Bakrie. PulseFeed/PulseFeed

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung menyatakan, Rapat Pimpinan Nasional Khusus (Rapimnasus) yang diadakan sebagai pengukuhan pencalonan Aburizal Bakrie sebagai capres 2014 bisa batal. "Bisa saja (pecah). Tapi apakah nanti akan betul-betul terlihat dukungan secara total tentu kami tidak bisa memastikan," ujar Akbar usai acara peluncuran buku "Nasihat untuk SBY" di Pullman Hotel, Jakarta, Jumat (25/5).Perubahan itu bisa terjadi meskipun secara formal dari DPD I dan II sudah memberikan dukungannya. Pasalnya, dalam rapim tersebut, bisa muncul nama lain yang dapat menyingkirkan Ical pada pengukuhannya. Salah satunya Jusuf Kalla, meskipun nantinya mantan Wakil Presiden itu dicalonkan dari partai lain."Soalnya bisa saja nanti misalnya Pak JK bisa maju. Mungkin ada partai mencalonkan dia mungkin saja ada orang Golkar secara terbuka mendukung dia," ungkap Akbar.Dia menyayangkan, pertimbangan dan saran yang diberikan Dewan Pertimbangan tidak didengar oleh pengurus DPP. Meski begitu, Akbar menyatakan akan menghormati keputusan dikeluarkan oleh Rapim nanti."Tentunya kami harus menghormati apa yang diatur AD/ART. Kami menunggu hasil rapimnas besok. Itu menjadi pegangan kami sebagai keabsahan saudara Aburizal menjadi capres," kata dia.Belum bulatKetua Fraksi Partai Golkar DPR Satya Novanto mengatakan, belum sepenuhnya bulat pengurus Golkar mendukung pencalonan Ical. Menurut dia, baru 90 persen saja."Nanti di Rapimnasus dapat dilihat, karena sekarang kalau dilihat dari rapat pleno dan sebagainya tentunya 80-90 persen DPD I dan DPD II mendukung Pak Ical," ujar Satya.Satya menegaskan, dia tidak mempersoalkan kader Golkar mendukung calon lain seperti JK. "Kami menghargai pertimbangan-pertimbangan yang telah mendukung Pak Jusuf Kalla," ujar dia.Satya menjelaskan, alasan partai berlambang pohon beringin ini memilih Ical karena elektabilitasnya terus meningkat. "Kemampuan politik sangat tinggi pengalaman-pengalaman sebagai pengusaha, pengalaman mempimpin dan organisasi dan tentunya tidak lepas dari urutan keberhasilan yang telah dicapai," paparnya.

Rekomendasi