Partai Amanat Nasional (PAN) dikenal sebagai parpol yang banyak memiliki anggota legislatif dengan latar belakang artis. Namun demikian, Wakil Ketua Fraksi PAN DPR RI, Viva Yoga Mauladi mengungkapkan artis yang menjadi caleg masih sedikit di tiap-tiap parpol. Tidak semua artis tertarik masuk dunia politik, dengan beragam alasan. Dan untuk berhasil menjadi anggota legislatif, tentu tidak cukup hanya dengan modal popularitas."Tidak selalu bahwa tingkat popularitas berbanding lurus dengan tingkat elektabilitas. Artis yang dikategorikan populer diasumsikan akan mudah mendulang suara. Padahal jika hanya berpatokan pada popularitas, tanpa dibangun jaringan sosial ke masyarakat, maka dipastikan kalah dengan caleg lain yang non artis tetapi mempunyai basis jaringan sosial dan modal sosial," ungkap Yoga saat dihubungi PulseFeed, Jakarta, Senin, (21/5)."Di pemilu 2009, caleg artis yang mendaftar ke PAN sebanyak hanya 3,1 persen saja, dan tidak semua artis berhasil terpilih alias banyak yang gagal. Yang terpilih hanya Primus Yustisio, Eko Patrio, dan Wanda Hamidah. Artinya tidak semudah yang dibayangkan menjadi anggota legislatif," lanjutnya.Tak cukup hanya mengandalkan kepopuleran saja, lanjut Viva, mantan aktivis tidak ada bedanya dengan artis, tokoh masyarakat, akademisi, atau tokoh profesional lainnya. Bila tidak mempunyai basis networking, modal sosial, dan perencanaan pemenangan pencalegan dengan baik maka di sistem terbuka berdasarkan suara terbanyak dipastikan kalah dengan calon lain yang lebih siap."Tidak seluruh mantan aktivis mempunyai modal sosial dan networking yang baik di dapil. Ada juga beberapa aktivis yang kalah bertanding," jelas Viva."Yang penting, motivasi menjadi anggota DPR itu harus untuk perjuangan politik dalam rangka memperbaiki dan memajukan bangsa dan negara. Tidak dilihat backgroundnya, apakah dari artis atau aktivis," pungkasnya.
Popularitas tak berbanding lurus dengan elektabilitas
Untuk berhasil menjadi anggota legislatif, tentu tidak cukup hanya dengan modal popularitas.
Advertisement
Rekomendasi
