Caleg artis tidak selalu raih suara tinggi

Suara terbanyak di parlemen justru diduduki oleh orang yang bukan dari kalangan artis.

Nurul Julaikah
Oleh Nurul Julaikah - Reporter
Caleg artis tidak selalu raih suara tinggi
Tantowi Yahya dan Wanda Hamidah. Merdeka.com/Dwi Narwoko

Kekhawatiran sistem pemilu terbuka yang bakal didominasi publik figur dinilai merupakan pandangan yang salah. Pasalnya, sistem terbuka justru menuntut kemampuan, keluasan jaringan dan kerja-kerja politik."Kalau kekhawatiran sistem pemilu terbuka yang didominasi publik figur pandangan yang salah dan tidak relevan," ujar Wasekjen DPP Partai Demokrat, Saan Mustopa, di sela-sela Diklat SAR Nasional DPP Demokrat, di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (18/5).Caleg artis yang memiliki popularitas tinggi, kata Saan, tidak selalu mendapatkan jumlah suara yang tinggi. Pasalnya, suara terbanyak di parlemen justru diduduki oleh orang yang bukan dari kalangan artis."Artis-artis itu suaranya nggak ada yang tinggi kok. Cuma Tantowi yang tinggi," tegasnya.Menurutnya, caleg artis ada dua kategori, yaitu artis yang sudah jadi dan belum jadi. Pada pemilu 2009, perolehan suara caleg artis juga tidak terlalu signifikan. Apalagi jika tidak ditempatkan di bukan nomor satu."Caleg artis itu kan ada yang jadi ada yang nggak jadi. Dari perolehan suara 2009 itu tidak terlalu signifikan. Apa lagi jika ditempatkan di bukan nomor 1," paparnya.Kalau pun memang menjadi magnet partai, kata Saan, artis tersebut harus memiliki suara yang signifikan. "Artinya kan harus mendapat suara yang signifikan," ucapnya.Menurutnya, nama-nama seperti Ganjar Pranowo dan Budiman Sudjatmiko yang berlatar belakang aktivis justru memperoleh suara yang signifikan."Budiman, Ganjar yang bukan publik figur, tapi aktivis, dia dapat suara signifikan. Popularitas, uang, itu tidak relevan dengan keterpilihan anggota legislatif," kata anggota Komisi III DPR ini.Menurut Saan, pengusaha pun yang notabene memiliki materi berlimpah belum tentu mendapatkan suara terbanyak. Hal ini dapat dilihat dalam profil anggota DPR periode 2009-2014."Kalau pengusaha yang banyak duit dapat suara banyak ya nggak juga. Coba buka profil anggota DPR RI periode 2009-2014," jelasnya.

Rekomendasi