Perseteruan antara Wakil Ketua Komisi IX DPR Irgan Chairul Mahfiz dan anggota Komisi XI DPR M Nasir berbuntut panjang. Fraksi PPP DPR sampai kini belum bisa menghubungi Irgan untuk mengonfirmasi insiden tersebut.Ketua Fraksi PPP DPR Hasrul Azwar mengaku tak tahu menahu apa pemicu sehingga membuat politikus PPP dan Demokrat itu bersitegang. Hingga kini, kata dia, Irgan hilang dari peredaran."Telepon ke rumah bilang ayah belum pulang, telepon ke hp-nya mailboks," kata Hasrul dalam jumpa pers di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (4/12).Pihaknya akan bersikap atas kasus tersebut. Namun sayangnya, dia belum tahu kronologis kejadian dan apa pemicu insiden itu."Fraksi PPP akan bersikap atas kasus ini setelah dengarkan langsung dari Irgan sebenarnya apa masalahnya, saya enggak bisa menduga-duga sekali pun ada berbagai persoalan tapi saya belum bisa ungkapkan sekarang," tegas dia.Atas insiden ini, dia pun ingin bertemu dengan Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf juga untuk mengonfirmasi kejadian itu. Dia sangat menyesalkan perseteruan antara kader partai koalisi tersebut."Yang jelas saya sangat menyayangkan peristiwa ini terjadi sesama anggota Dewan lagi," tegas dia.Terkait tindakan apa yang akan diambil PPP dalam kasus ini, Hazrul belum punya langkah selanjutnya."Saya sebenarnya mau jumpa Ketua Fraksi Demokrat Nurhayati Ali Assegaf untuk mengambil jalan damai setelah tahu persoalannya," pungkasnya.Sebelumnya, terjadi perseteruan antara Irgan dan M Nasir diruang pimpinan Komisi IX DPR pada senin (4/12). Kuat dugaan, perseteruan ini terkait pembangunan vaksin flu burung.Irgan sebagai orang yang mengetuk anggaran pembangunan gedung vaksin flu burung senilai Rp 2,3 triliun. Namun anggaran tak bisa dicairkan karena kasus ini masih dalam proses penyelidikan di Bareskrim Polri dan KPK. Nilainya mencapai Rp 1,4 triliun.KPK sedang menyidik proyek pengadaan pabrik vaksin flu burung tersebut. KPK menyatakan akan mengawali penyelidikan dengan memeriksa proyek konstruksi yang dimenangkan oleh PT. Anak Negeri milik Muhammad Nazaruddin kakak M Nasir, mantan bendahara Partai Demokrat yang kini menjadi tersangka dalam sejumlah kasus korupsi.Meski dimenangkan oleh PT. Anak Negeri, proyek itu belakangan diketahui dikerjakan oleh PT. Biofarma, salah satu Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang vaksin.Selain itu Nazaruddin juga diketahui memenangkan proyek pengadaan peralatan pabrik vaksin flu burung itu melalui PT. Anugrah Nusantara sebesar Rp 718 miliar. Dalam kontrak yang ditandatangani pada 12 Desember 2008, perusahaan itu wajib menyelesaikan kontrak kerjanya hingga akhir Desember 2009.
Irgan vs M Nasir, PPP janji bersikap tegas
Irgan tak bisa dihubungi dan sulit ditemui seakan hilang dari peredaran.
Advertisement
Rekomendasi
