Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Sutiyoso mengungkap alasan dirinya memilih mendukung Jokowi ketimbang Prabowo. Padahal Prabowo adalah rekan sesama prajurit TNI di Kopassus dulu."Kenapa nggak ke sana (Prabowo)? Kan sama-sama baret merah? Pikir sendiri," ujar Sutiyoso yang akrab disapa Bang Yos ini saat menghadiri Rakernas NasDem di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Selasa (27/5).Menurut Sutiyoso, salah satu alasannya adalah karena dia ingin membalas budi kepada Megawati Soekarnoputri. Kala itu, Bang Yos kembali diusung Mega sebagai Gubernur DKI Jakarta dan menjabat sejak Tahun 1997-2007."Jadi saya lewat 5 tahun alhamdulillah saya tidak dilengserkan di tengah jalan. Pada 2002 saya sudah pamit ke kelurahan-kelurahan tapi tiba-tiba saya dipanggil presiden saat itu, namanya Presiden Mega," cerita Bang Yos.Dia pun kaget ketika Mega ingin Bang Yos kembali maju. Padahal jika Mega meminta kader PDIP sudah pasti akan terpilih dengan kondisi mayoritas PDIP di DPRD DKI Jakarta saat itu."Itulah Megawati, apa makna dari pada ini, beliau mementingkan kepentingan yang lebih besar dari kepentingan kelompok sendiri," tegas dia.Selain karena balas budi, Bang Yos menuturkan, dia ingin ada seorang gubernur yang bisa menjadi presiden. Dia mencontohkan, seperti yang terjadi di Iran dan Kolombia yang orang nomor satunya lahir dari seorang gubernur."Sekarang dalam konteks pilpres, ada calon, dari dua calon ini ada yang dari gubernur DKI Jakarta. Jadi aneh kalau saya tidak mendukung Gubernur DKI Jakarta," terang dia.Tidak hanya itu alasannya mendukung Jokowi-JK, dia melihat kedua sosok ini mampu membuat masyarakat sejahtera di kemudian hari. Dia juga yakin Jokowi-JK bisa membawa Indonesia disegani bangsa asing.
Sama-sama baret merah, Bang Yos enggan dukung Prabowo
"Kenapa nggak ke sana (Prabowo)? Kan sama-sama baret merah? Pikir sendiri," ujar Sutiyoso.
Advertisement
Rekomendasi
