Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Martin Hutabarat menyatakan, partainya tidak berambisi untuk mencalonkan kadernya sebagai Ketua DPR. Partainya legowo untuk memberikan kesempatan jabatan Ketua DPR kepada partai lain.
"Untuk ketua (DPR) ini kita legowo, Gerindra mau mendorong teman-teman dari fraksi yang lain. Jadi Gerindra di belakang memberi dukungan kepada teman-teman yang lain," kata Martin kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Senin (25/8).
Martin menegaskan, seluruh partai baik di partai koalisi Jokowi - Jusuf Kalla (JK) maupun koalisi Merah Putih memiliki peluang yang sama menjadi Ketua DPR.
"Itu tidak menutup kemungkinan baik dari PDIP, PKB, Golkar, dan yang lain, tapi tidak secara otomatis," tegas Martin.
Menurut Martin, aturan pemilihan Ketua DPR mekanismenya kembali pada aturan pada tahun 2004. Ketua DPR dipilih oleh anggota Dewan melalui pemungutan suara, bukan penunjukkan atau jatah partai pemenang pemilu.
"Mekanisme sekarang kembali ke aturan 2004 dipilih antar anggota. Kalau ditentukan partai, kemampuan kurang teruji. Kalau aturan sekarang lebih objektif, pengalaman," tandasnya.
