Tjahjo: Selama PDIP ada, yang pimpin harus trah Bung Karno

keberadaan PDIP saat ini tidak bisa dilepaskan dari Partai Nasional Indonesia, yang didirikan Bung Karno.

Laurencius Simanjuntak
Oleh Laurencius Simanjuntak - Reporter
Tjahjo: Selama PDIP ada, yang pimpin harus trah Bung Karno
kampanye PDIP mega puan rano. ©2012 Merdeka.com

Sekjen DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo mengapresiasi kesediaan Megawati Soekarnoputri untuk dijadikan ketua umum kembali periode 2015-2020. Bagi Tjahjo, PDI Perjuangan sudah seharusnya dipimpin oleh keturunan Bung Karno."Selama partai ini ada, yang memimpin harus dari keturunan Bung Karno, sebagai perekat," kata Tjahjo di arena Rakernas IV PDI Perjuangan, Marina Convention Center, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (20/9).Tjahjo menjelaskan, keberadaan PDI Perjuangan saat ini tidak bisa dilepaskan dari Partai Nasional Indonesia (PNI), yang didirikan Bung Karno."Jadi jangan dilepaskan dari trah Bung Karno," tegas Tjahjo lagi.Bahkan, Tjahjo menegaskan, karier tertinggi kader PDI Perjuangan di luar trah Bung Karno adalah sebagai sekretaris jenderal (sekjen) seperti yang dijabatnya saat ini."Ya jadi sekjen seperti saya, selama 5 tahun. Karena ini partai yang khas," kata Tjahjo.Menurut Tjahjo, trah keluarga untuk memimpin partai bukanlah hal yang aneh. Di beberapa negara demokrasi, hal ini juga terjadi. "Di India ada juga partai Gandhi," ujar Tjahjo memberi contoh.Soal rekomendasi Rakernas IV untuk menjadikan kembali Megawati ketua umum kembali, menurut Tjahjo, hal itu adalah amanah para kader untuk kongres partai tahun depan."Ibu Mega sebagai kader partai diberi amanah kongres, kalau diberikan amanah, ya beliau harus siap," tegas dia.

Rekomendasi