Jokowi diharap beri ruang lebih besar kepala daerah jadi menteri

"Sebagai contoh, Pak Jokowi itu berasal dari kota yang sangat kecil, namun dia mampu mengalahkan tokoh nasional."

Muhammad Sholeh
Oleh Muhammad Sholeh - Reporter
Jokowi diharap beri ruang lebih besar kepala daerah jadi menteri
Jokowi. ©2014 PulseFeed/fikri faqih

Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) diharapkan memberi ruang yang lebih besar kepada tokoh-tokoh daerah masuk dalam kabinetnya. Syaratnya, tokoh tersebut harus memiliki prestasi, kompetensi, berintegritas, tidak korupsi dan tidak terlibat pelanggaran HAM."Sebenarnya standarnya sangat umum dan bisa diperhitungkan. Sebagai contoh, Pak Jokowi itu berasal dari kota yang sangat kecil, namun dia mampu mengalahkan tokoh-tokoh nasional. Sekarang fenomena seperti sosok Jokowi dan Ahok ini juga mulai bermunculan dari daerah," kata Direktur Lembaga Pengkajian Demokrasi dan Negara Kesejahteraan (Pedoman Indonesia), Fadjroel Rachman, Jakarta, Selasa (23/9).Fadjroel menegaskan, tidak sedikit tokoh-tokoh lokal yang memiliki kapabilitas untuk menjadi menteri dalam pemerintahan Jokowi-JK. Sejumlah tokoh daerah seperti Ridwan Kamil (Wali Kota Bandung), Tri Rismaharini (Wali Kota Surabaya), Sultan Khairul Saleh (Bupati Banjar), Nurdin Abdullah (Bupati Bantaeng) dan beberapa nama lain adalah sebagian contoh tokoh yang memiliki kompetensi dan dinilai patut dipertimbangkan untuk masuk dalam kabinet mendatang."Orang (tokoh daerah) memang harus berprestasi, kemudian memperoleh dukungan sosial dan media," tegasnya.Saat ini, jelas Fadjroel, untuk menjadi tokoh nasional tidak tergantung asal daerah lagi, tidak seperti dulu yang mungkin ditentukan oleh faktor kedekatan, kolega politik atau kolega ekonomi. Kini, faktor seperti demikian sudah mulai berkurang."Kalau dulu mungkin lebih mudah lewat partai atau kolega," katanya.Hal lain adalah rekam jejak yang memang meliputi prestasi, kompetensi dan integritas. "Orang-orang baik ini memang harus mengkampanyekan diri, semuanya harus dicatat. Kalau tidak dicatat, ya susah juga. Jadi mereka harus mendapat dukungan dari daerahnya, media lokal maupun media nasional. Itu yang namanya dukungan sosial,” pungkas Fadjroel.

Rekomendasi