Wakil Ketua Komisi I DPR RI Tantowi Yahya menyatakan, pihaknya menginginkan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengajukan calon kepala BIN yang memiliki kemampuan komplit. Komisi I DPR berharap besar calon Kepala BIN tidak memiliki masalah kasus Hak Asasi Manusia (HAM)."Idealnya calon kepala BIN itu berasal dari institusi yang terbiasa dengan intelijen, tidak punya masalah dengan HAM dan mempunyai kemampuan komunikasi dengan DPR," kata Tantowi, Jakarta, Selasa (4/11).Lebih lanjut, Komisi I DPR mengapresiasi pernyataan Menkopolkam Tedjo Edhy Purdijatno yang menyatakan setidaknya ada empat nama calon yang disiapkan. Tiga berlatar belakang TNI yakni Sutiyoso, TB Hasanuddin, dan Sjafrie Sjamsoeddin. Dan satu sipil mantan petinggi BIN yakni As'ad Ali."Saya kira TB Hasanuddin yang paling memenuhi persyaratan ideal dimaksud," tegas Tantowi.Sebelumnya, Menkopolhukam Tedjo Edhy Purdijatno membenarkan adanya empat nama yang disebut-sebut sebagai calon kepala Badan Intelijen Negara (BIN).“Sudah di kantong presiden,” kata Tedjo di kompleks Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/11).Dia membenarkan sederet nama didengungkan menjadi calon pengganti Marciano Norman, antara lain mantan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Tubagus Hasanuddin, mantan Wakil Kepala BIN As’ad Said Ali, dan mantan gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso.
Komisi I DPR: Calon Kepala BIN wajib bebas masalah HAM
Idealnya calon kepala BIN itu berasal dari institusi yang terbiasa dengan intelijen dan tidak punya masalah dengan HAM.
Advertisement
Rekomendasi
