Elite Golkar ingin kader yang rusuh saat pleno dipecat

Fadel menilai calon tunggal dan aklamasi juga bagian dari demokrasi.

Sherly Iskandar
Oleh Sherly Iskandar - Reporter
Elite Golkar ingin kader yang rusuh saat pleno dipecat
Rusuh di Kantor Golkar. ©2014 PulseFeed/benny silalahi

Rapat pleno Partai Golkar yang diselenggarakan di kantor DPP, Slipi, Selasa (25/11) berakhir ricuh. Wakil Ketua Umum Partai Golkar Fadel Muhammad mengatakan elite partai punya dua opsi menindak mereka yang terlibat kericuhan, dipecat atau dibiarkan saja."Ada dua pandangan yang muncul dari teman-teman. Pandangan pertama diberikan sanksi untuk diberhentikan dari Partai Golkar, kedua biarkan saja," kata Fadel saat tiba di kantor DPP Partai Golkar, Rabu (26/11).Fadel sendiri pilih opsi kedua. Menurutnya, peristiwa kemarin adalah hal wajar jelang Munas di Bali. "Ini merupakan dinamika Demokrasi di Golkar," lanjutnya.Ditanya soal kemungkinan calon tunggal yaitu Aburizal Bakrie, Fadel menilai cara aklamasi yang nantinya dipilih juga merupakan bagian dari demokrasi."Dalam demokrasi yang kita belajar, aklamasi itu juga demokrasi," terang Fadel.Terkait teknis pelaksaan Munas Golkar di Bali, Fadel mengaku sudah koordinasi dengan Kapolda Bali dan gubernur. Secara keseluruhan, faktor keamanan sudah terjamin."Saya sudah bicara dengan Kapolda di Bali, mereka mengatakan suasana kondusif. Saya juga bicara dengan Pak Gubernur, juga mengatakan aparat mereka siap untuk mengamankan acara di Bali," ujar mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu.

Rekomendasi