Tim independen diminta ungkap kabar 'perang bintang' di tubuh Polri

Tim independen juga diharapkan tak menutup mata menerima informasi dari luar soal kisruh KPK vs Polri ini.

Rizky Andwika
Oleh Rizky Andwika - Reporter
Tim independen diminta ungkap kabar 'perang bintang' di tubuh Polri
jokowi soal kpk dan polri. ©2015 Merdeka.com

Anggota Komisi III DPR Asrul Sani meminta agar tim independen yang dibentuk Presiden Jokowi dalam menangani kasus KPK vs Polri bisa membongkar akar masalah yang terjadi. Dia ingin, tim sembilan ini bisa mendalami fakta-fakta kekisruhan yang terjadi di dua institusi penegak hukum itu.Arsul mengaku mendengar kabar bahwa polemik yang terjadi ini berawal dari 'perang bintang' yang terjadi di internal Polri sendiri. Pemicunya, Komjen Budi Gunawan ditunjuk sebagai calon tunggal Kapolri oleh Presiden Jokowi."Ya, saya mendapatkan informasi mengenai perang bintang di tubuh Polri," kata Arsul di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (27/1).Karena itu, dia mendesak agar tim independen yang dibentuk Jokowi itu mampu mengungkap fakta tersebut. Termasuk alasan Jokowi mencopot Kapolri Sutarman dan mengganti Kabareskrim Komjen Suhardi Alius."Kami berharap, tim independen bisa membuka diri untuk informasi dari masyarakat," kata Politikus PPP ini.Diketahui, pasca penetapan tersangka Budi Gunawan oleh KPK, intenal Polri bergejolak. Jokowi langsung mencopot Sutarman diganti oleh Badrodin Haiti dan Suhardi sebagai Kabareskrim diganti oleh Irjen Budi Waseso.Isu kencang beredar jika kubu Sutarman dan Suhardi sebagai pembocor dokumen rekening gendut yang dimiliki Budi Gunawan sehingga langsung ditetapkan tersangka oleh KPK. Namun Suhardi sendiri sudah membantah hal tersebut.

Rekomendasi