PDIP makin bernafsu desak Jokowi copot menteri

Salah satu menteri yang dinilai PDIP 'wajib' dicopot adalah Menteri BUMN Rini Soemarno.

Mardani
Oleh Mardani - Reporter
PDIP makin bernafsu desak Jokowi copot menteri
Jokowi hadiri peringatan Hari Bhayangkara ke-69. ©Setpres RI/Cahyo

Kabar Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal segera me-reshuffle kabinetnya semakin berembus kencang. Apalagi, Wapres Jusuf Kalla beberapa waktu lalu mengakui reshuffle bakal dilakukan setelah Lebaran.Salah satu pihak yang gencar mendesak Presiden Jokowi merombak kabinet dan mencopot menteri yang dinilai tak becus bekerja adalah PDI Perjuangan. Dalam sejumlah kesempatan, para elite partai pengusung Jokowi-JK di pilpres lalu itu getol menyuarakan agar Jokowi segera melakukan reshuffle.Semakin hari, desakan tersebut semakin kencang. Salah satu menteri yang dinilai PDIP 'wajib' dicopot adalah Menteri BUMN Rini Soemarno.Alasannya, menurut politikus PDIP Masinton Pasaribu, kinerja Rini Soemarno buruk. Oleh karena itu, Rini layak direshuffle oleh Presiden Jokowi."Yang menyatakan kinerjanya buruk bukan hanya PDIP, kalangan akademisi dan pengamat juga demikian," kata Masinton di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Selasa (7/7).

Dia menilai Rini adalah salah satu menteri yang tidak profesional dalam bekerja. Rini dinilai gemar mengangkat koleganya menduduki posisi strategis di BUMN."Dia menempatkan orang-orangnya di komisaris dan direksi. Menyuntikkan penyertaan modal negara ke BUMN yang sesungguhnya secara modal sudah baik kinerjanya," terang dia.Dia mengatakan banyak kader PDIP yang layak menggantikan posisi Rini. Mereka siap kapan saja jika ditunjuk oleh Jokowi."Berapa pun yang diminta, PDIP menyiapkan untuk mengisi. Ada Pramono Anung, ada Hendrawan Supratikno, dan ada Bambang Wuryanto," pungkas dia.Tak cuma itu, dia juga menyarankan Presiden Jokowi mengganti menteri berlatar belakang profesional dengan kader partai politik. Alasannya, agar menteri tersebut memiliki ketegasan dalam mengambil sikap dengan dukungan kekuatan politik."Sisi keunggulan kader dari parpol pasti fleksibel dan lebih luwes komunikasinya. Dalam politik kepartaian pasti kader memiliki ketegasan," kata Masinton.

Dia juga mendesak Presiden Jokowi mencopot pejabat di lingkaran Istana, salah satunya adalah mengganti Sekretaris Kabinet, Andi Widjajanto."Di lingkaran presiden juga harus diganti (Seskab). Bagaimana bikin rancangan perpres tidak jeli bahkan keliru," katanya.Desakan juga datang dari politikus senior PDIP Pramono Anung. Mantan Sekjen PDIP ini berharap Presiden Jokowi mengganti menteri di bidang ekonomi yang memiliki kinerja buruk. Pramono meminta Jokowi menunjuk menteri sektor ekonomi nantinya yang mampu mengantisipasi dampak ekonomi global yang sedang mengancam Indonesia."Jika tidak diantisipasi secara baik, maka harus pilih orang-orang yang punya pengalaman mengenai keadaan krisis ekonomi apakah itu krisis 1998-2008 agar dapat tumbuh kembali," kata Pramono di Gedung DPR, Jakarta, kemarin. Anggota Komisi I DPR itu menilai perekonomian Indonesia semester pertama 2015 tumbuh 4,71 persen, untuk semester kedua, menurut Pramono, ditargetkan tumbuh 5,2-5,3 persen. "Untuk mendorong perekonomian akan mendorong pembangunan infrastruktur dan maksimalkan penyerapan anggaran," jelasnya.

Namun demikian, saat ditanya siapa menteri yang wajib ditendang dari kabinet kerja, Pramono enggan membeberkan siapa orangnya. Demikian juga saat ditanya apakah Menteri yang wajib dicopot adalah Menteri BUMN Rini Soemarno."Enggak etislah kalau disebut," kata Pramono sambil berlalu.

Rekomendasi