Polsek Ciracas Diserang Lagi, DPR Minta Cara Pikir Prajurit TNI Diubah

"Jadi perasaan merasa jago itu harus segera dihilangkan," kata Karding.

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
Polsek Ciracas Diserang Lagi, DPR Minta Cara Pikir Prajurit TNI Diubah
Penyerangan Polsek Ciracas. ©2020 Istimewa

Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur, diserang orang tidak dikenal. Peristiwa itu dipicu informasi hoaks yang disebar seorang anggota TNI inisial MI.

Anggota Komisi I DPR RI Abdul Kadir Karding mengatakan, oknum TNI yang diduga terlibat penyerangan Mapolsek Ciracas harus diusut dan diproses hukum.

"Pada prinsipnya kejadian yang terjadi di Polsek Ciracas itu harus diusut tuntas dan diproses secara hukum, dan semua yang terlibat entah dari mana saja, termasuk oknum-oknum TNI kalau ada, itu harus dihukum," kata Karding kepada wartawan, Minggu (30/8).

Karding mendorong perubahan di institusi TNI untuk mencegah peristiwa sama berulang. Diketahui, penyerangan serupa pernah terjadi di Mapolsek Ciracas pada 2018 lalu.

Politikus PKB ini mengatakan, banyak faktor mengapa peristiwa itu bisa berulang. Salah satunya, sistem pendidikan di institusi TNI harus dikaji. Terutama mengubah cara pikir tentara.

"Jadi perasaan merasa jago itu harus segera dihilangkan," kata Karding.

Dia menyarankan, anggota TNI harus diberikan kanal untuk menyalurkan energinya.

"Karena kan banyak di antara mereka kalau dari tugas fungsi bisa bekerja kalau ada perang atau ada bencana atau program-program yang tidak seperti biasanya," kata Karding.

Selain itu, Karding menilai, perlu memikirkan kesejahteraan para tentara karena saat ini masih jauh dari ideal. Khususnya para prajurit tingkat bawah. Menurutnya, masalah ini juga pemicu kekerasan.

"Apalagi kalau melihat teman-teman polisi yang tingkat kesejahteraannya lebih baik. Misalnya kalau disejajarkan itu Polres sama Danrem itu kalau lihat gaya hidup mereka itu sangat jauh, kecemburuan-kecemburuan seperti itu juga harus dieliminasi. Salah satunya dengan meningkatkan kesejahteraan teman-teman TNI," pungkasnya.

Sebelumnya, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman menyampaikan, awal mula terjadinya pengerusakan di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, hingga pembakaran Polsek Ciracas dipicu oleh pengakuan palsu anggota TNI berinisial Prada MI.

"Dari hasil investigasi untuk sementara dari handphone yang bersangkutan menyampaikan di grup angkatannya 2017 dari Tamtama menyampaikan yang bersangkutan itu adalah dikeroyok, bukan kecelakaan tunggal," tutur Dudung saat konferensi pers, Sabtu (29/8).

Menurut Dudung, saat di lokasi kejadian Dandim 0505/JT Kolonel Inf Rahyanto Edy Yunianto pun menerangkan bahwa peristiwa yang sebenarnya adalah kecelakaan tunggal. Namun informasi itu malah membuat massa semakin marah.

"Dandim di lokasi dia menyampaikan bahwa Prada MI ini betul-betul kecelakaan tunggal dan mereka nggak terima informasi dari Dandim tersebut, dan mereka melarikan diri menuju ke Polsek Pasar Rebo melakukan pengerusakan dan lanjut ke Polsek Ciracas," jelas dia.

Dudung mengatakan telah memeriksa Prada MI di rumah sakit untuk mendapatkan keterangan yang valid. Berdasarkan hasil CCTV, visum, dan pengakuan Prada MI, benar bahwa kejadian yang sebenarnya adalah kecelakaan tunggal.

"Dari beberapa anggota yang melakukan pengerusakan tersebut, baik kepada sekitar masyarakat karena mereka mencari siapa pelaku pengeroyokan. Kemudian informasi berkembang lagi si pelaku pengeroyokan ada di Polsek, padahal sebetulnya tidak ada sama sekali dan tidak ada kaitanya dengan kepolisian karena kepolisian pun saat kejadian itu tidak ada di tempat, tapi dari CCTV yang bersangkutan kecelakaan tunggal," Dudung menandaskan.

Rekomendasi