Pemilihan Anggota KPU Tertutup Baru Kali Ini Terjadi

Menurut, anggota Komisi II DPR RI Anwar Hafid menjelaskan, dalam rapat internal itu disepakati untuk musyawarah mufakat dengan voting terbatas perwakilan fraksi oleh kepala kelompok fraksi (Kapoksi). Dalam Tata Tertib DPR RI Pasal 283 memang dimungkinkan voting secara tertutup.

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
Pemilihan Anggota KPU Tertutup Baru Kali Ini Terjadi
Sidang paripurna ke-14 DPR. ©2022 Liputan6.com/Angga Yuniar

Komisi II DPR RI menetapkan anggota KPU RI periode 2022-2027 melalui proses pemilihan secara tertutup. Untuk pertama kali sejak empat periode terakhir, calon anggota KPU dipilih berdasarkan pemilihan dengan voting secara terbatas dan tertutup.

Komisi II menuntaskan uji kelayakan dan kepatutan calon anggota KPU masa jabatan 2022-2027 pada Rabu (16/2) pukul 23.00. Kemudian rapat diskors dan Komisi II melakukan rapat tertutup. Setelah 1,5 jam, Komisi II membuka rapat dan mengumumkan calon anggota KPU terpilih.

Menurut, anggota Komisi II DPR RI Anwar Hafid menjelaskan, dalam rapat internal itu disepakati untuk musyawarah mufakat dengan voting terbatas perwakilan fraksi oleh kepala kelompok fraksi (Kapoksi). Dalam Tata Tertib DPR RI Pasal 283 memang dimungkinkan voting secara tertutup.

Namun, berdasarkan pengalaman empat periode terakhir pemilihan calon anggota KPU RI, baru kali ini dilakukan secara voting tertutup.

Pemilihan KPU 2017-2022

Proses pemilihan anggota KPU yang saat ini menjabat dilakukan voting secara terbuka di DPR RI. Rapat pengambilan keputusan yang digelar 5 April 2017 menetapkan tujuh anggota KPU RI. Mekanisme voting ini diikuti oleh 55 anggota DPR.

Berdasarkan urutan perolehan suara yaitu; Pramono Ubaid Tanthowi (55 suara), Wahyu Setiawan (55 suara), Hasyim Asy'ari (54 suara), Ilham Saputra (54 suara), Viryan (52 suara), Evi Novida Ginting (48 suara) dan Arief Budiman (30 suara).

Pemilihan KPU 2012-2017

Pada pemilihan anggota KPU RI periode 2012-2017, dilakukan voting oleh 53 anggota DPR di Komisi II. Setiap anggota diberikan hak memilih maksimal tujuh calon anggota KPU.

Berikut hasil voting calon anggota KPU periode 2012-2017; Sigit pamungkas (45 suara), Ida Budiati (45 suara), Arief Budiman (43 suara), Husni Kamil malik (39 suara), Ferry Kurnia (35 suara), Hadar Nafis Gumay (35 suara), Juri Ardiantoro (34 suara).

Pemilihan KPU 2007-2012

Sementara pada pemilihan KPU RI periode 2007-2017 dipilih tujuh dari 21 calon anggota KPU secara voting.

Hasilnya adalah; Abdul Hafiz Anshari (43 suara) Sri Nuryanti (42 suara) Endang Sulastri (39 suara), I Gusti Putu Artha (37 suara) Syamsul Bahri (36 suara) Andi Nur Pati (29 suara) Abdul Aziz (27 suara).

Voting Tertutup Dikritik

Peneliti senior Netgrit Hadar Nafis Gumay mengkritik pemilihan anggota KPU dan Bawaslu yang dilakukan secara tertutup oleh Komisi II DPR RI. Dengan pengambilan keputusan yang tidak transparan, proses pemilihan anggota KPU dan Bawaslu periode 2022-2027 terkesan lebih besar nuansa politik.

"Jadi saya kira proses pemilihan di DPR ini lebih besar nuansa politiknya," ujar Hadar kepada wartawan, Kamis (17/2).

Jadi proses mereka tidak dijalankan dengan terukur ya. Kemudian juga tidak cukup transparan khususnya di dalam pengambilan keputusannya," tegasnya.

Seharusnya, kata mantan anggota KPU RI ini, Komisi II DPR melakukan proses pemilihan secara terbuka. Supaya publik mengetahui pertimbangan-pertimbangan dan pendapat fraksi memilih calon anggota KPU dan Bawaslu.

Calon anggota KPU dan Bawaslu ini juga dipilih berdasarkan urutan. Sehingga publik perlu tahu bagaimana angka penilaian anggota DPR kepada calon-calon yang terpilih.

"Ini kan kita tidak tahu mereka kemarin akhirnya mengumumkan nomor satu, dua, tiga, empat, dan seterusnya. Tetapi didasarkan oleh apa, angka berapa, angka apa nilai. Kalau itu mau pakai nilai, kalau voting tidak dilakukan. Kalau biasanya kan ada voting, jadi ada angka-angka perolehan votingnya," ujar Hadar.

Pemilihan secara tertutup ini juga disoroti lantaran ketika proses uji kelayakan dan muncul pesan berantai berisi paket nama calon anggota KPU dan Bawaslu yang disebut telah disepakati oleh koalisi pemerintah. "Itu sebagai bukti proses politiknya sangat tinggi," kata Hadar.

Sebelumnya, Komisi II telah menetapkan tujuh calon anggota KPU RI dan lima calon anggota Bawaslu RI masa jabatan 2022-2027. Proses pemilihan penyelenggara pemilu ini digelar secara tertutup.

Tujuh calon anggota KPU RI terpilih:

1. Betty Epsilon Idroos
2. Hasyim Asya'ri
3. Mochamad Afifudin
4. Parsadaan Harahap
5. Yulianto Sudrajat
6. Idham Holik
7. August Melasz

Lima calon anggota Bawaslu RI terpilih:

1. Lolly Suhenty
2. Puadi
3. Rahmat Bagja
4. Totok Hariyono
5. Herwyn Jefler Hielsa Malonda

Rekomendasi