Sejak zaman jahiliyah, berhala Latta, Uzza dan Manat menjadi sembahan bangsa Arab. Nama berhala-berhala ini juga disebutkan dalam Alquran surat An-Najm 19-20,
"Maka apakah kamu patut menganggap berhala Al-Latta dan Al-Uzza dan Manat yang ketiga yang paling kemudian sebagai anak perempuan Allah,". Dalam Siroh Sahabiyah, seorang bangsawan Arab Amr bin Jamuh sangat mengagung-agungkan berhala Manat. Saban hari berhala Manar selalu dia sembah dan dilumuri dengan wewangian paling mahal. Keculai Amr bin Jamuh, semua keluarganya telah memeluk Islam. Amr bin Jumuh bergeming saat keluarganya meminta dia masuk Islam/ Amr pernah berkata, "Aku tidak akan memutuskan suatu perkara tanpa melibatkan patung kesayanganku Al-Manat,".Lalu anak-anaknya menjawab, "Bukankah si Manat hanya sebuah patung yang berasal dari kayu yang dungu, tidak berakal dan tidak dapat berbicara?".Gemas dengan tingkah laku ayahnya, anak-anak Manat pun berkonspirasi untuk menghinakan berhala Manat. Mereka melempari Manat dengan kotoran dan membuangnya ke sumur. Amr kaget karena patung tersebut tidak ada di tempatnya, dia pun menghardik siapapun yang melakukan tindakan tidak terpuji kepada Manat. "Celakalah kalian, siapa di antara kalian yang telah melakukan permusuhan terhadap tuhanku tadi malam?".Hal serupa terulang lagi, oleh anak-anaknya, Manat dibuang ke dalam parit dan begitu seterusnya, sampai suatu kali Amr bin Jamuh mengalungkan pedang ke patung Manat dengan harapan Manat sendiri yang mampu menindak pelakunya. Keesokan harinya, Manat didapati telah tersungkur ke dalam sumur dengan terikat pada bangkai anjing serta pedang yang semalam Amr berikan. Amr kaget dan termenung lalu dia berkata, "Demi Allah jika kamu (Manat) benar-benar tuhan, niscaya engkau dan anjing tidak akan mungkin terikat bersamaan di kubangan lumpur." Setelah kejadian ini, Amr bin Jamuh memutuskan memeluk Islam. Berhala Manat benar-benar menemui ajalnya di tangan Sa'ad bin Zaid Al-Asyhali. Ibnu Sa'ad mengatakan Rasulullah memang memerintahkan Sa'ad untuk menghancurkan semua berhala Manat saat penaklukan Mekkah. Saat hendak dihancurkan, Sa'ad dihadang wanita telanjang, berkulit hitam dan rambut tidak terurus. Sa'ad lalu membunuh wanita itu dan menghabiskan semua Manat di ruang penyimpanan. "Peristiwa ini terjadi ketika Ramadan tinggal enam hari lagi," kutip buku Peristiwa-Peristiwa Penting di Bulan Ramadan karya Abdurahmman Al Baghdady.
24 Ramadan, cerita penghancuran berhala Manat oleh Sa'ad bin Zaid
Rasulullah memang memerintahkan Sa'ad untuk menghancurkan semua berhala Manat saat penaklukan Mekkah.
Advertisement
Rekomendasi
