Melamun sering kali dipandang sebagai cara bagi seseorang untuk menghindari kenyataan dan mencari kebahagiaan batin. Namun, Saba Lurie, seorang terapis pernikahan dan keluarga dari Universitas Loyola Marymount, menjelaskan bahwa melamun sebenarnya mencakup berbagai pengalaman yang telah dilalui seseorang.
Pada dasarnya, melamun terjadi ketika pikiran dibiarkan menjelajah ke berbagai tempat.
"Melamun membuka jalan bagi seseorang untuk memikirkan hal-hal penuh harapan, keanehan, dan keajaiban," kata Lurie.
Aktivitas ini bisa mencakup pemikiran tentang fantasi, ketakutan, pengalaman masa lalu, atau kemungkinan yang akan datang.
Seperti yang dilansir oleh Real Simple, melamun memang dapat mengurangi produktivitas karena pikiran mudah teralihkan. Meskipun demikian, jika dilakukan dengan cara yang tepat dan disertai tujuan yang jelas, melamun dapat memberikan manfaat positif bagi kesehatan mental dan kognitif seseorang.
Advertisement
Penyebab Melamun
Menurut Lurie, melamun merupakan hal yang alami karena pikiran manusia cenderung mengembara dan jarang berada dalam keadaan seimbang. Lamunan dapat memberikan manfaat maupun risiko, tergantung pada cara seseorang mengelolanya. Khayalan mengenai kehidupan yang lebih ideal, misalnya, bisa menjadi sumber inspirasi.
"Melamun mampu menciptakan ruang bagi ide-ide baru untuk muncul ketika kita tidak memaksa otak untuk fokus pada tugas tertentu," kata Lurie.
Aktivitas ini juga bisa berkontribusi dalam mengurangi kecemasan dan stres, bahkan dapat memunculkan motivasi baru dalam menjalani rutinitas sehari-hari. Agar melamun memberikan manfaat, pengelolaannya harus dilakukan dengan baik.
Lurie menekankan pentingnya untuk menghindari lamunan yang melibatkan emosi negatif, seperti penyesalan yang berlebihan atau kebencian terhadap diri sendiri.
"Melamun yang produktif cenderung berfokus pada solusi atau bersifat generatif," tegas Lurie.
Di sisi lain, melamun yang tidak produktif biasanya bersifat repetitif, dapat memicu kecemasan, atau membuat seseorang semakin jauh dari kenyataan.
"Melamun yang tidak produktif mencakup pikiran-pikiran yang kurang bermanfaat, seperti merenungkan kesalahan masa lalu atau mengkhawatirkan masa depan," tambah dia.
Advertisement
Berpikir Positif dengan Cara Sehat
Melamun bukanlah aktivitas yang seharusnya dihindari. Sebaliknya, jika dilakukan dengan cara yang konstruktif, kegiatan ini dapat menjadi sumber kekuatan mental. Anda bisa mengarahkan lamunan untuk:
- Menciptakan gagasan-gagasan baru
- Merencanakan masa depan yang lebih cerah
- Mengenang kenangan indah dengan penuh rasa syukur
