Peristiwa 19 Februari: Peringati Hari Komando Pertahanan Udara Nasional Indonesia

Saat ini Kohanudnas memiliki empat Komando Sektor (Kosek) yaitu Kosek Hanudnas I di Jakarta, Kosek Hanudnas II di Makassar, Kosek Hanudnas III di Medan, serta Kosek Hanudnas IV di Biak. Berikut sejarah peringatan peristiwa 19 Februari sebagai Hari Komando Pertahanan Udara Nasional Indonesia (Kohanudnas):

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Peristiwa 19 Februari: Peringati Hari Komando Pertahanan Udara Nasional Indonesia
Panglima Angkatan Udara. ©2016 Merdeka.com

Peristiwa 19 Februari diperingati sebagai Hari Komando Pertahanan Udara Nasional. Mungkin bagi seseorang yang tidak tertarik dengan struktur kemiliteran, Komando Pertahanan Udara akan cukup asing didengar di telinga.

Komando Pertahanan Udara adalah bagi dari Organisasi Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI). Komando bagian ini memiliki tugas untuk menyergap, menghalang-halangi atau membinasakan setiap usaha penyerangan musuh terhadap objek-objek vital di Indonesia.

Menurut laman portal PPID Tentara Nasional Indonesia, Kohanudnas didirikan pada 9 Februari 1962.

Saat ini Kohanudnas memiliki empat Komando Sektor (Kosek) yaitu Kosek Hanudnas I di Jakarta, Kosek Hanudnas II di Makassar, Kosek Hanudnas III di Medan, serta Kosek Hanudnas IV di Biak.
Berikut sejarah peringatan peristiwa 19 Februari sebagai Hari Komando Pertahanan Udara Nasional Indonesia (Kohanudnas):

Sejarah Komando Pertahanan Udara Nasional

Komando Pertahanan Udara Nasional merupakan komando utama dan paling penting sebagai kekuatan Markas Besar TNI. Mulanya, pada tahun 1958 dibentuk SOC (Sector Operation Center) yang terdiri dari unsur kekuatan Arhanud Angkatan Darat, Pasukan Pertahanan Pangkalan (PPP), Pasukan Penangkis Serangan Udara (PPSU), Pesawat P-51 Mustang dan Pesawat Jet Vampire, sebagai antisipasi serangan udara PRRI / PERMESTA.

Berlanjut pada tahun 1961-1962, mulai dibentuk Komando Pertahanan Udara Gabungan disingkat KOHANUDGAB yang bertugas guna lindungi pusat offensif Mandala Yudha yaitu Wilayah Indonesia Timur. Kala itu, Kohanudgab terdiri dari Kohanud Angkatan Darat, Kohanud Angkatan Laut dan Kohanud Angkatan Udara.   

Kohanudgab memiliki peran penting dalam rangka pembebasan Irian Barat di bawah Komandi Operasi Mandala (KOLA) pada 2 Januari 1962 dengan Panglima AU Mandala Kolonel Udara Leo Wattimena (naik menjadi Komodor Udara).

Selanjutnya pada operasi Trikora, Kohanudgab menyelenggarakan operasi-operasi militer  yang bertujuan untuk mengembalikan wilayah Irian Barat ke dalam kekuasaan Negara Republik Indonesia kala itu.

Di tahun 1962 tersebut, kemudian Presiden/Panglima Tertinggi Angkatan Perang Republik Indonesia mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor : 08 / PLM - P5 / 62, tanggal 9 Februari 1962 tentang dibentuknya KOHANUDNAS, menyusul Keputusan Presiden Nomor : 256 / PLT / 1962 tentang Posedur Komando Pertahanan Udara Nasional, yang berikutnya tanggal 19 Februari ditetapkan sebagai hari jadi Komando Pertahanan Udara Nasional.

Visi dan Misi Kohanudnas

Visi  : Terwujud dan Tegaknya Kedaulatan Negara di Udara

Misi  :

  1. Mewujudkan kekuatan pertahanan udara secara terpadu yang mampu melindungi wilayah udara NKRI
  2. Senantiasa menyiagakan personel dan alutsista.
  3. Mampu menindak setiap pelanggaran di wilayah udara Nasional sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  4. Tercapainya kekuatan alutsista yang berbobot teknologi modern serta mampu menjaga wilayah udara Nasional.
  5. Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang profesional, berdedikasi, mampu mengikuti perkembangan teknologi terkini dan pantang menyerah.
  6. Menyiapkan potensi kekuatan udara Nasional yang siap dimobilisasi.
Rekomendasi