Telkomsel dan Indosat merupakan perusahaan yang sudah dimiliki asing. Telkomsel, meski masih ada 65 persen saham Telkom, namun dalam tubuh Telkom sendiri, setengahnya sudah asing.
Meskipun kedua perusahaan tersebut asing, namun Badan Intelijen Negara (BIN) mendesak agar Telkomsel dan Indosat berpihak pada NKRI. "Kami mengharapkan keberpihakan Indosat dan Telkomsel itu terhadap NKRI menjadi prioritas," kata Kepala BIN Marciano Norman, di Gedung DPR, Selasa (25/2).
Saat ini, tambahnya, BIN sedang mendalami modus penyadapan yang dilakukan pihak intelijen Australia. "Kami sedang melakukan pendalaman. Kami belum mendapatkan hasilnya dan belum bisa diumumkan," ungkapnya.
Sementara itu, mengenai antisipasi BIN terhadap penyadapan, Marciano menegaskan bahwa BIN sudah melakukan langkah antisipasi penyadapan, terutama tentang perkembangan teknologi.
Sehingga, katanya, pengamanan dilakukan dengan memperhitungkan pesatnya kemajuan teknologi. "Saya mengharapkan juga kita mengoptimalkan perannya sandi negara, mengoptimalkan semua lembaga serupa di kementerian dan negara," pungkas Marciano.
Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah membentuk Satgas Anti Penyadapan yang akan bekerja selama dua bulan dengan anggota terdiri dari berbagai elemen, termasuk Kominfo, BRTI, dan aparat penegak hukum.
