Jika beberapa waktu lalu hanya warga di sekitar khatulistiwa yang bisa melihat fenomena bulan raksasa atau supermoon, kini saudara-saudara kita di belahan bumi bagian utara yang akan gantian menikmatinya.
Ternyata selain bisa melihat Bulan berada di titik terdekat dengan Bumi, para penikmat angkasa di daerah-daerah seperti Amerika Utara dan Rusia mendapatkan bonus lain berupa hujan meteor.
Ya, hujan meteor kali ini adalah hujan meteor tahunan yang biasa disebut 'Perseid'. Baik supermoon dan Perseid dijadwalkan terjadi di saat yang bersamaan. Namun dibalik 'bonus' tersebut tersimpan kekecewaan di benak para ahli astronomi.
Kekecewaan tersebut tak lepas dari efek supermoon yang terlalu kuat. Sehingga saat Perseid terjadi, meteor-meteor kecil yang jatuh dan terbakar di atmosfer Bumi menjadi tersamarkan oleh cahaya supermoon. Padahal saat hujan meteor Perseid terjadi, diperkirakan tak kurang dari 100 meteor akan terlihat menghujani bumi.
Saking jelasnya, untuk melihat hujan meteor pun, orang-orang di belahan bumi utara tidak perlu menggunakan alat bantu seperti teropong atau teleskop. Puncak dari hujan meteor tahun ini akan terjadi mulai dari tanggal 10 hingga 13 Agustus.
Terlihat atau tidaknya hujan meteor Perseid kali ini tergantung dari seberapa dekat jarak antara Bulan dan Bumi. Dalam 4 hingga 6 kali fenomena supermoon yang terjadi dalam satu tahun, Bulan rata-rata akan lebih dekat dengan Bumi hingga 48 ribu kilometer, ABC News (07/08).
